Friday, May 19, 2017

Pembahasan dan Perbandingan Framework Manajemen Layanan SI

Pada post kali ini, penulis akan membahas secara sederhana tentang 3 framework dari manajemen layanan sistem informasi (SI), berikut dengan perbandingan antara ketiganya. Adapun framework yang dibahas yaitu Application Services Library (ASL), Microsoft Operations Framework (MOF) dan Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT).

A. Application Services Library (ASL)

Framework ini pertama kali dikembangkan pada akhir era 1990-an di Belanda sebagai model milik R2C, yang dimana framework ini dikembangkan dengan tujuan untuk memberikan metode-metode terbaik yang dapat dipergunakan untuk melakukan standardisasi berbagai proses dalam pengelolaan siklus hidup sebuah aplikasi komputer (dalam hal ini yaitu aplikasi sistem informasi). Pada tahun 2000, framework ini berevolusi menjadi ASL, lalu pada 2001 diserahkan pengembangannya ke ASL BiSL Foundation (ketika itu masih bernama ASL Foundation). Setelah itu ASL dirilis ke publik pada tahun 2002, dan kemudian pada tahun 2009 dirilis versi kedua dari ASL (yaitu ASL2) yang ditujukan sebagai penyempurnaan dari ASL.

Pengembangan dari ASL sendiri ditujukan untuk mendukung manajemen aplikasi dengan menyediakan berbagai perangkat yang diperlukan oleh aktivitas-aktivitas tersebut. Adapun tujuan dari ASL yaitu untuk membantu seluruh proses profesionalisasi dari manajemen aplikasi.

Dalam struktur framework ASL2 (yang merupakan versi terbaru ASL hingga saat ini), terdapat 3 tingkat, 6 cluster dan 26 proses yang tersedia, yaitu:
  • Tingkat Operasional - tingkat ini memiliki 3 cluster, yaitu:
    • Application Support - pada cluster ini proses-proses yang termasuk di dalamnya dibuat untuk mendukung penggunaan SI secara harian. Proses-proses tersebut adalah:
      • Use Support
      • Configuration Management
      • IT Operation Management
      • Continuity Management
    • Application Maintenance and Renewal - cluster ini berisi 5 proses yang berkisar pada pengembangan aplikasi. Adapun prosesnya yaitu:
      • Impact Analysis
      • Design
      • Realization
      • Testing
      • Implementation
    • Connecting Processes - secara sederhana cluster ini berisi 2 buah proses yang bertugas untuk melakukan sinkronisasi dari aktivitas Service Organisation dan aktivitas pengembangan serta perawatan. Prosesnya yaitu:
      • Change Management
      • Software Control and Distribution
  • Tingkat Manajemen - ada 1 cluster yang terdapat pada tingkat ini, yaitu:
    • Management Processes - pada cluster ini terdapat proses-proses yang didefinisikan untuk pengelolaan berbagai aktivitas dalam berbagai cluster di tingkat operasional. Adapun prosesnya berada di tingkat taktis dan dipergunakan untuk mengendalikan proses operasional. Proses-prosesnya sendiri yaitu:
      • Contract Management
      • Planning and Control
      • Quality Management
      • Financial Management
      • Supplier Management
  • Tingkat Strategis - terdapat 2 cluster dalam tingkat ini, yaitu:
    • Application Strategy - cluster ini berfungsi sebagai wadah dari penyusunan berbagai strategi yang diperlukan untuk memperkirakan seperti apa kebutuhan terhadap sebuah aplikasi di masa depan, berikut dengan tampilannya di masa depan. Proses yang terdapat di dalamnya yaitu:
      • IT Developments Strategy
      • Customer Organizations Strategy
      • Customer Environment Strategy
      • Application Lifecycle Management
      • Application Portfolio Management
    • Application Management Organization Strategy - berdasarkan fungsinya, cluster ini berisi proses yang menentukan bagaimana strategi yang tepat dalam pengelolaan organisasi untuk menangani berbagai pengelolaan aplikasi. Prosesnya yaitu:
      • Account and Market Definition
      • Capabilities Definition
      • Technology Definition
      • Supplier Definition
      • Service Delivery Definition
Selain itu ASL2 menawarkan sebuah maturity model yang memiliki 5 tingkat proses kematangan pengelolaan sebuah layanan SI, yang dimana tingkatannya adalah:
  • Tingkat 1 - Initial
  • Tingkat 2 - Repeatable
  • Tingkat 3 - Defined and Managed
  • Tingkat 4 - Optimizing
  • Tingkat 5 - Chain

B. Microsoft Operations Framework (MOF)

Sesuai dengan namanya, framework ini dikembangkan oleh Microsoft sebagai sebuah panduan bagi praktisi SI tingkat profesional dalam membentuk dan mengimplementasikan layanan SI yang efektif dalam biaya dan dapat diandalkan. Adapun framework ini dikembangkan dari framework IT Infrastructure Library, dengan cakupan yaitu bidang SDM, prosedur dan teknologi yang berkaitan dengan seluruh sistem layanan SI.

Ada empat prinsip dasar dari MOF, yaitu:
  • Arsitektur yang terstruktur - model yang terdapat di dalam MOF memberikan struktur untuk integrasi proses, penanganan siklus hidup, pemetaan peran dan tanggung jawab, dan pengelolaan terhadap perintah dan kendali dalam sistem secara keseluruhan. Selain itu, MOF juga memberikan fondasi untuk otomatisasi proses dan operasi yang terfokus pada teknologi
  • Penyempurnaan berbasis iterasi dengan siklus yang cepat - MOF mempergunakan konsep ini untuk memungkinkan terbentuknya sebuah ketahanan terhadap lingkungan bisnis yang agresif, dengan cara memanfaatkan siklus hidup bersifat iteratif yang mendukung kapabilitas untuk dapat menerapkan perubahan secara cepat dan melakukan penilaian serta perbaikan secara terus-menerus
  • Pengelolaan berbasis evaluasi berkala - MOF mempergunakan evaluasi berkala yang dilakukan pada tiap akhir tahapan dalam siklus iterasi untuk membantu pengelolaan dari lingkungan operasi yang dapat memaksimalkan keuntungan dari investasi terhadap layanan SI, selain tentunya mengandalkan Service Management Function (SMF) untuk pengelolaan tersebut
  • Pengelolaan risiko yang tertanam di dalam prosedur - dalam model pengelolaan risiko secara menyeluruh yang ditawarkan oleh MOF, terdapat konsep-konsep pengelolaan risiko yang diterapkan melalui seluruh operasi yang dilakukan di sistem untuk memperluas pandangan tentang bagaimana tindakan yang tepat untuk pengelolaan risiko terhadap kemungkinan dari sebuah sistem untuk mengalami masalah
Sedangkan struktur dari MOF yaitu berupa siklus yang dijabarkan sebagai berikut:

Siklus MOF (sumber: technet.microsoft.com/en-us/library/bb497036.aspx)

  • Siklus Changing - siklus ini berfungsi sebagai tempat dari pengelolaan berbagai perubahan yang akan dilakukan terhadap sebuah sistem, dengan proses yaitu:
    • Change Management
    • Configuration Management
    • Release Management
  • Siklus Operating - pada siklus ini segala pengelolaan terhadap operasional dari sistem dilakukan secara teliti dan menyeluruh. Adapun prosesnya yaitu:
    • System Administration
    • Security Administration
    • Service Monitoring and Control
    • Job Scheduling
    • Network Administration
    • Directory Services Administration
    • Print and Output Management
    • Storage Management
  • Siklus Supporting - sesuai dengan namanya, siklus ini berisi langkah-langkah pengelolaan yang berupa dukungan terhadap pengguna untuk segala hal yang terjadi selama sistem beroperasi, baik itu kerusakan sistem akibat hal yang tidak diduga dan yang lainnya. Prosesnya terdiri dari:
    • Service Desk
    • Incident Management
    • Problem Management
  • Siklus Optimizing - siklus ini berisi berbagai tahap pengelolaan yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan infrastruktur, keamanan, kerjasama antar pegawai dan dukungan terhadap sistem. Proses-prosesnya yaitu:
    • Service Level Management
    • Financial Management
    • Service Continuity Management
    • Availability Management
    • Capacity Management
    • Workforce Management
Di antara tiap siklus terdapat evaluasi, yang dimana evaluasinya berupa sebagai berikut:
  • Release Readiness Review - berada di antara siklus Changing dan siklus Operating, evaluasi ini berfungsi untuk menguji bagaimana kesiapan dari sebuah sistem untuk dapat dilepaskan ke pasaran dan dioperasikan oleh pengguna
  • Operations Review - evaluasi ini dilakukan di antara siklus Operating dan siklus Supporting, dengan sasaran pengujian yaitu apakah terdapat masalah dalam sistem yang dioperasikan oleh pengguna atau tidak
  • Service Level Agreement Review - evaluasi ini berada di antara siklus Supporting dan siklus Optimizing, dengan fungsi utama yaitu menguji kesiapan suatu sistem untuk dioptimalkan kinerjanya berdasarkan persetujuan antara pihak yang menangani support terhadap sistem dan pihak yang bertugas untuk optimalisasi sistem
  • Release Approved Review - fungsi dari evaluasi ini yaitu berupa menguji apakah kesiapan suatu sistem untuk dilepas ke pasaran telah disetujui oleh pihak pembuat dan pihak pengguna

C. Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)

Dikembangkan oleh ISACA (Information Systems Audit and Control Association), framework ini ditujukan untuk membantu pengembangan tatakelola layanan SI dari suatu perusahaan secara profesional. Framework ini menyediakan penjabaran yang bersifat end-to-end untuk menggambarkan peran utama dari informasi dan teknologi dalam menciptakan nilai dari suatu perusahaan. Ada 5 prinsip kunci yang dijadikan sebagai dasar dari COBIT untuk pendefinisian tatakelola dari layanan SI, yaitu:
  • Pemenuhan kebutuhan stakeholder
  • Melindungi titik-titik penting perusahaan
  • Penggunaan sebuah framework terintegrasi
  • Memungkinkan pendekatan secara holistik
  • Memisahkan tatakelola dengan manajemen
Struktur dan prinsip COBIT (sumber: http://www.ensight.ro/newsletter/no54/images/img1mare.jpg)

Berdasarkan diagram di atas, struktur utama dari COBIT yaitu terdiri atas 7 unsur penggerak berikut ini:
  • Principles, Policies and Frameworks - bagian ini merupakan sarana untuk menginterpretasikan berbagai tingkah laku yang diinginkan ke dalam petunjuk praktek untuk pelaksanaan segala aktivitas pengelolaan harian
  • Processes - menjelaskan kumpulan terorganisasi dari berbagai praktik dan aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, serta menghasilkan sekumpulan keluaran di dalam dukungan pencapaian seluruh sasaran dari layanan SI
  • Organisational Structures - di sini yang dimaksud yaitu merupakan penataan terhadap struktur dari entitas pembuatan keputusan kunci di dalam sebuah perusahaan
  • Culture, Ethics and Behaviour - hal ini mencakup perbaikan dari berbagai kebiasaan dari individu yang ada di dalam perusahaan (atau bahkan kebiasaan dari perusahaan itu sendiri) yang sering dianggap sebagai faktor penghambat kesuksesan di dalam berbagai aktivitas tatakelola, sehingga dengan adanya perbaikan ini jalan bagi sebuah perusaahaan untuk mencapai kesuksesan semakin lancar
  • Information - pada dasarnya ini merujuk ke semua kebutuhan tentang kepastian dari berjalannya suatu perusahaan secara baik, termasuk dalam hal tatakelola yang dilakukan
  • Services, Infrastructure and Applications - bidang yang disasar yaitu layanan dan proses dari SI yang dibutuhkan oleh perusahaan
  • People, Skills and Competencies - unsur ini dibutuhkan dalam penyelesaian semua aktivitas tatakelola, berikut dengan kemampuan yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yang tepat maupun aksi perbaikan yang dibutuhkan ketika ada suatu hal yang tidak diinginkan

D. Perbandingan antar framework

Berdasarkan ketiga framework manajemen layanan SI yang telah dibahas di bagian atas, maka dapat dibuat beberapa perbandingan antara ketiga framework tersebut. Perbandingannya yaitu terdiri dari beberapa variabel yang di antaranya adalah:
  • Pola penjabaran proses - ASL menggunakan pola hirarkis yang dibagi ke dalam beberapa cluster dalam menjabarkan proses-proses yang terlibat di dalam framework, sedangkan MOF menggunakan pola iterasi berkelanjutan, dan COBIT menggunakan pola cluster untuk menjelaskan hubungan antar proses di dalam framework tersebut
  • Dukungan pelayanan - ASL mengedepankan dukungan pelayanan kepada klien dengan menggunakan proses yang berbasis bisnis, sementara COBIT dan MOF menggunakan prinsip dukungan berbasis teknis dan organisasional (termasuk dalam hal ini tentang pengelolaan tenaga kerja serta budaya dan etika yang terdapat di dalam organisasi)
  • Sistem evaluasi - MOF menggunakan sistem evaluasi berbasis keseluruhan yang ditempatkan di antara tiap siklus iterasi, sedangkan COBIT dan ASL menempatkan evaluasi di tiap proses secara mendetail dan tidak tercampur antara satu sama lain
  • Teknik pengelolaan - ASL dan COBIT difokuskan ke dalam pengelolaan layanan SI secara luas dan tidak terbatas di salah satu jenis teknologi, sedangkan MOF mengusung pengelolaan layanan SI yang berdasarkan pada teknologi buatan Microsoft di samping teknik pengelolaan layanan yang bersifat umum
  • Pengelompokan sumber daya - COBIT mengelompokkan sumber daya ke dalam suatu sektor proses tersendiri yang membuat manajemen sumber daya dapat terfokus secara teliti, sedangkan ASL dan MOF cenderung mencampurkan manajemen sumber daya bersama dengan proses lainnya, sehingga dibutuhkan tindakan manajemen yang sangat hati-hati
Dari perbandingan di atas, dapat digambarkan bahwa masing-masing framework yang dibahas kali ini memiliki perbedaan yang menonjolkan ciri khas masing-masing framework tersebut, baik itu dari segi pola aktivitas, teknik pengelolaan dan sebagainya. Namun tidak dipungkiri bahwa semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk membantu usaha dalam memaksimalkan manajemen layanan SI. Maka dapat dikatakan bahwa semua framework manajemen layanan SI sangatlah berguna bagi pemaksimalan tiap bagian dari manajemen layanan SI yang dilakukan sehari-hari, apapun itu bentuk layanannya.

E. Sumber

http://aslbislfoundation.org/asl/
https://technet.microsoft.com/en-us/library/bb497036.aspx
https://blogs.itb.ac.id/dudi4studi/2012/10/03/cobit-5-hanya-untuk-tatakelola-dan-manajemen-teknologi-informasi-perusahaan/
http://www.isaca.org/COBIT/Pages/default.aspx

Monday, April 17, 2017

Review Jurnal Manajemen Layanan SI - SI dan Total Quality Management

Judul: Peran Sistem Informasi dalam Implementasi Total Quality Management
Penulis: Ahmad Zakaria Siam, Khalid Alkhateeb dan Sami Al-Waqqad


A. Latar Belakang

Dalam suatu organisasi pada masa kini, keberadaan teknologi informasi (TI) sudah menjadi sesuatu yang sangat wajib untuk dipahami dan dikuasai oleh siapapun yang menjadi anggota dari organisasi tersebut. Hal ini dikarenakan TI memudahkan siapapun untuk melakukan manajemen dari seluruh aktivitas yang dilakukan di dalam organisasi tersebut secara lebih cepat, tepat sasaran, sistematis, dapat dipertanggungjawabkan dan fleksibel, sehingga ini memungkinkan terjadinya peningkatan kinerja yang dapat mendukung tercapainya tujuan dari organisasi tersebut. Salah satu solusi berbasis TI yang tepat untuk ini adalah dengan mengimplementasikan penggunaan perangkat lunak sistem informasi (SI) manajemen pada seluruh tingkat organisasi.

Sementara itu, Total Quality Management (TQM) merupakan metode manajemen yang mengedepankan kualitas sebagai bagian terpenting dari seluruh proses dalam suatu organisasi. Metode TQM ini menuntut seluruh partisipan dalam organisasi tersebut untuk bekerja secara maksimal, yang dimana tujuan utama dari metode ini sendiri yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen, yang pada akhirnya akan berujung kepada kesuksesan dari organisasi tersebut, serta menguntungkan seluruh anggota organisasi maupun masyarakat yang ada di sekitarnya.

Dalam jurnal yang akan dibahas pada kesempatan kali ini, penulis dari jurnal tersebut membahas tentang bagaimana peran SI dalam penerapan metode TQM di organisasi, yang dimana objek penelitian yang dipergunakan yaitu manajer departemen operasional dari perusahaan-perusahaan berbeda yang beroperasi di Sohar Industrial State di negara Oman.

B. Masalah

Pada jurnal ini, masalah yang diangkat adalah bagaimana SI dapat menunjukkan perannya dalam memberi bantuan dan dukungan terhadap proses dari TQM yang diterapkan di berbagai perusahaan yang beroperasi di Sohar Industrial State. Hal ini dikarenakan pada saat penelitian dilakukan perusahaan yang menjadi objek penelitian telah atau sedang melakukan penerapan SI dalam mendukung penerapan TQM. Untuk itu, penelitian ini ditujukan untuk mengukur efektivitas dari SI pada TQM di perusahaan yang menerapkan metode manajemen tersebut.

C. Hasil

Hasil yang didapat dari penelitian pada jurnal yang dibahas kali ini yaitu SI memudahkan penerapan TQM dalam hal manajemen hal-hal yang berkaitan dengan informasi dan analisa, penjaminan kualitas output, kepuasan pelanggan, perencanaan berbasis strategi dan kepemimpinan. Meskipun dalam jurnal ini dinyatakan bahwa penggunaan SI sebagai alat bantu dukungan terhadap dimensi hasil kualitas dan penjaminan kualitas pada penelitian ini tidak terlalu berefek besar, namun berdasarkan penelitian ini pula penulis dari jurnal menyatakan bahwa SI dapat membantu suatu perusahaan untuk meningkatkan kualitas dari produk atau layanan yang ditawarkan mereka.

Adapun yang dapat dijadikan sebagai sasaran dari SI untuk penerapan TQM berdasarkan hasil yang dikemukakan pada jurnal ini di antaranya yaitu:

1. Memodifikasi proses kerja untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk
2. Menjamin kelancaran aliran informasi serta hasil dari beragam analisa yang dibutuhkan untuk peningkatan kualitas manajemen maupun produktivitas lrrja
3. Membantu staf untuk mengembangkan dan merawat basis data yang berisi seluruh informasi yang terkait dengan pegawai, perusahaan, pemasok, pelanggan, dan sebagainya
D. Komentar

Berdasarkan hasil review dari jurnal ini, penulis dari review ini (selaku pemilik dari blog) ingin menyampaikan komentar tentang keunggulan dan kekurangan yang didapat dari jurnal:

1. Keunggulan - jurnal ini memiliki keunggulan berupa pembahasan yang mendalam tentang metode TQM dan SI berikut dengan hubungan antara keduanya. Selain itu, alur dari pembahasannya (berikut dengan data yang dipergunakan untuk melakukan penelitian tersebut) dibuat dengan mengikuti fakta-fakta yang ada pada saat penelitian dilakukan, dan hasil yang didapat dari penelitian ini bersifat empiris alias dapat mewakili apa yang terjadi di lapangan secara baik. Alhasil jurnal ini dapat membuktikan beberapa studi kasus yang dilakukan pada periode sebelum penelitian yang menghasilkan jurnal ini dilakukan.

2. Kekurangan - meskipun pembahasan tentang metode TQM dan SI berikut dengan hubungan antara keduanya di bagian pengenalan cukup mendalam, namun pada bagian ini pula ditemukan kekurangan paling utama dari jurnal ini, yaitu pembahasan dimensi dari studi yang terlalu panjang. Jika ada sebagian poin pembahasan metode TQM dan SI yang dipindahkan ke bagian pembahasan hasil penelitian, maka pembaca dari jurnal ini dapat membandingkan antara apa yang diprediksi (teori) oleh penulis dengan apa yang didapatkan (praktik) dari lapangan secara lebih baik.

=========================================================================

Sumber:

1. Jurnal

http://thescipub.com/PDF/ajassp.2012.666.672.pdf

2. Gambar

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Scientific_journal_icon.svg

Thursday, January 12, 2017

Trend SI/TI dalam Bidang Kesehatan dan Media serta New Media

Pada bulan Januari di tahun 2017 ini penulis menghadirkan sebuah artikel baru tentang dunia SI dan TI, kali ini mencakup tentang dunia kesehatan dan dunia media (termasuk pula new media yang akan dijelaskan di post ini).

-----------------------------------Trend SI/TI dalam Bidang Kesehatan-----------------------------------

Dalam dunia kesehatan pada masa kini, semua penyelesaian masalah yang berkaitan dengan kesehatan manusia dan sebagainya tidak terlepas dari penggunaan sistem yang menggunakan prinsip-prinsip dalam dunia SI dan TI. Ada beberapa hal yang menandai berkembangnya SI dan TI dalam bidang kesehatan, yaitu:

1. Perkembangan, Manfaat dan Peranan Komputer di Bidang Kesehatan

Endoskopi dengan bantuan komputer (sumber: https://debbymet0412.files.wordpress.com/2014/09/endoschopy.jpg)
Secara sederhana perkembangan komputer dalam bidang kesehatan dimulai sejak era 1960-an, dimana terdapat beberapa diskusi yang membicarakan tentang bagaimana komputer dapat memperbaiki berbagai praktik pelayanan kesehatan. Dalam diskusi ini, banyak yang berpikir bahwa penggunaan komputer dapat membantu dokter dalam mengakses dokumen literatur dan prosedur-prosedur secara lebih cepat, serta mengurangi risiko kesalahan yang dilakukan oleh para perawat dalam penanganan suatu kasus kesehatan.

Sayangnya, usaha untuk menerapkan teknologi komputer dalam bidang kesehatan pada masa tersebut (dan hingga mencapai era 1980-an) kemudian menjadi stagnan karena berbagai faktor berikut ini:
  • Komputer pada masa tersebut masih cukup mahal, dan kemampuan pemrosesannya masih rendah (dibandingkan dengan masa sekarang)
  • Para administrator medis memilih untuk tidak berinvestasi ke teknologi yang belum dapat terjamin keuntungannya secara finansial
  • Minat dari para dokter terhadap sistem formal masih rendah dan lebih memilih mempertahankan otonominya sendiri dalam penanganan medis
  • Menurunnya pendanaan terhadap penyedia pelayanan kesehatan karena pelaksanaan diagnosis-related group (DRG) untuk rumah sakit dan munculnya penatalaksanaan perawatan dalam sistem pelayanan kesehatan
Namun sejak era 1990-an, berkembangnya teknologi pendukung sistem jaringan Internet serta menurunnya harga komputer secara signifikan membuat pembicaraan tentang peranan komputer dalam bidang kesehatan kembali dibahas (bahkan kemudian berlanjut ke tahap penerapan komputer di bidang tersebut). Pada era 2000-an awal, Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang pertama kali menerapkan komputerisasi bidang kesehatan, lalu dilanjutkan dengan negara-negara lain di seluruh sisi dunia, di antaranya yaitu Indonesia. Secara umum perkembangan komputer dalam bidang kesehatan berkembang sangat pesat, dimana pada masa kini (2017) berbagai macam peralatan berbasis komputer maupun program penunjang aktivitas pelayanan kesehatan dikembangkan untuk menunjang seluruh aktivitas pelayanan kesehatan tersebut. Termasuk pula dalam hal ini sistem e-Health yang akan dijelaskan di bagian berikutnya dari post ini.

Komputer pada saat ini memegang peranan yang sangat penting dalam bidang kesehatan, dan bahkan cakupannya menyebar hingga ke nyaris seluruh aspek dari bidang kesehatan itu sendiri. Aspek-aspek bidang kesehatan yang dicakup peranannya oleh komputer di antaranya yaitu:
  • Aspek administrasi - komputerisasi aspek administrasi dari bidang kesehatan sangat membantu di dalam penyimpanan, pengelompokan, dan pengolahan data secara cepat dalam jumlah yang besar. Tanpa komputer, akan sangat sulit untuk memeriksa banyaknya data pasien, stok obat, dan data lainnya yang dimiliki oleh rumah sakit dan klinik. Hal ini dikarenakan komputer mempermudah staf rumah sakit dalam mengelola seluruh data secara praktis dan efisien, sehingga ini berefek pada semakin mudahnya pengoperasian sebuah rumah sakit dalam periode harian hingga tahunan
  • Aspek farmasi - dalam aspek ini, komputer juga berperan sangat penting, misalnya untuk merekam data dari resep dan dosis suatu obat, serta menyimpan data harga obat tersebut. Selain itu, adanya komputer dalam aspek farmasi juga sangat membantu untuk mengelompokkan macam-macam obat berdasarkan kegunaannya secara tepat dan teliti.
  • Mendiagnosa suatu penyakit - dengan adanya komputer DNA yang sudah dirancang secara khusus di dalam bidang kesehatan, melakukan proses suatu penyakit bukan hal yang sulit lagi, karena dengan menggunakan komputer maka semua proses yang dibutuhkan untuk mengetahui nama dan jenis dari suatu penyakit akan berjalan dengan lebih cepat, mudah dan akurat
  • Mengawasi status pasien - proses pelacakan dari seluruh pasien yang datang dengan berdasarkan data yang tersimpan di dalam database, baik itu yang sudah pernah datang atau baru pertama kali berobat akan dapat dilakukan dengan mudah. Data-data pribadi pasien juga dengan mudah dapat dilihat oleh seluruh staf di rumah sakit. Selain itu, dokter ataupun perawat dapat melihat rekam data hasil periksa, keluhan dan riwayat penyakit sebelumnya yang pernah diderita oleh si pasien, tanggal kedatangan pasien terakhir kali berobat, rekam data dari resep yang pernah diberikan, dan masih banyak lagi
  • Penelitian - semua penelitian ilmiah yang dilakukan dalam bidang kesehatan sangatlah bergantung pada penggunaan komputer. Penggunaan komputer dapat memaksimalkan hasil penelitian, karena dengan adanya komputer penelitian itu dapat ditelusuri secara lebih dalam dan detail dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Misalnya penelitian untuk mendeteksi bakteri atau virus baru, pendeteksian DNA, dan lain sebagainya
Manfaat yang didapat di antaranya yaitu:
  • Mendiagnosa suatu penyakit dan menentukan obat yang cocok secara mudah dan cepat
  • Melihat dan menganalisa organ-organ tubuh bagian dalam manusia secara teliti
  • Mengawasi status, merekam data pribadi dan riwayat penyakit dari para pasien
  • Memberi dasar-dasar data yang diperlukan secara cepat dalam penelitian ilmiah yang dilakukan tim laboratorium rumah sakit
  • Memasukkan, menyimpan, mengelompokkan dan mengolah data-data medis yang dimiliki rumah sakit secara cepat dan mudah
Sehingga terlihat dengan jelas bahwa komputer sangatlah berperan penting dalam bidang kesehatan pada masa kini, karena penggunaan komputer meringankan beban kerja dokter, perawat dan staf rumah sakit maupun klinik, sekaligus mengefisiensikan jumlah tenaga yang harus dikeluarkan untuk menangani seluruh aktivitas pelayanan kesehatan secara baik.

2. Pengertian Sistem e-Health

e-Health dan seluruh istilah yang berasosiasi dengannya (sumber: https://jendelapengetahuanweb.files.wordpress.com/2016/05/ehealth_wordle.jpeg?)
Secara sederhana, sebuah sistem e-Health dapat dipahami sebagai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang kesehatan untuk mengambil, mengolah dan menghasilkan berbagai informasi kesehatan, mendukung pelaksanaan layanan klinis dan administrasi yang berkaitan dengan pelayanan tersebut, serta mendukung pelaksanaan pendidikan dalam bidang ini. Dari definisi ini dapat terlihat jelas bahwa e-Health mengutamakan penggunaan perangkat komputer dan komunikasi berbasis elektronika lainnya untuk mendukung semua aktivitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Dalam penggunaannya, sistem e-Health memungkinkan seorang tenaga penyuluh kesehatan (baik itu dokter, perawat dan sebagainya) untuk melaksanakan pelayanan klinis tanpa harus terhalangi oleh jarak, karena seluruh kegiatan pelayanan klinis yang dilakukan dengan menggunakan sistem e-Health berlangsung melalui koneksi data yang bersifat real-time. Alhasil, pelayanan klinis kini dapat dilaksanakan secara cepat dalam waktu yang lebih singkat ketimbang cara konvensional yang membutuhkan waktu cukup lama untuk pelaksanaannya.

3. Diagram Sistem e-Health

Sebuah sistem e-Health biasanya terdiri dari sejumlah unit medis yang dihubungkan oleh jaringan komunikasi berbasis Internet (biasanya menggunakan jaringan lokal), dengan setiap unit medis tersebut bertanggungjawab atas bidang yang ditangani. Umumnya sebuah unit medis terdiri dari beberapa komponen berikut:
  • Komputer khusus untuk keperluan medis (beserta dengan perangkat lunak yang bersesuaian)
  • Perangkat antar muka untuk pasien
  • Perangkat biomedika (jenisnya bergantung kepada keperluan dari unit tersebut)
  • Perangkat antar muka pengguna beserta dengan alat input dan output yang bersesuaian
  • Perangkat telekomunikasi berikut dengan jaringannya
Antara satu unit medis dengan unit medis lainnya biasanya komunikasi dilakukan dalam dua pola:
  • Real-time, dimana pola ini umumnya dipergunakan untuk seluruh aktivitas komunikasi yang membutuhkan kesinkronan antara satu unit medis dengan unit lainnya (terutama dipergunakan pada saat melakukan konsultasi yang membahas tentang suatu penyakit yang harus ditangani oleh unit spesialis)
  • Store and forward, dengan penggunaan yang paling banyak untuk pola ini yaitu pada saat pengiriman data rekapitulasi dari suatu unit medis ke unit lainnya
Jika digambarkan di dalam sebuah ilustrasi, maka polanya akan menjadi seperti di gambar berikut:

Contoh diagram sistem e-Health (sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWIddRy9nzBw4Sp1c6C8wSu_Bz6_UfSOLhCi4kCriIEFQUGfy_vbjmmaRSp0njgT5oKKG8Fe5nGrSSOLBEQ6vxs34oqktwLZR4-RjpeiyUkErHFbbrD_m1Eej2BBC6WNxxTneoUHXeTnyw/s640/3.png)

4. Manfaat e-Health

Salah satu penggunaan sistem e-Health di bidang kesehatan (sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIwOp6pDnSNjC6qpB2hrZMFriqFtsMfddC-VIotNdVoxbdS16wdpkAKm2HunfekR24n6Sd6uorOvMQjJfqD8wtmUaG01NkF4ustUUlN6WeN02OlgHPQyNixth6_xRXO_b5UvAPNethySyq/s1600/unduhan+(1).png)
Dalam penerapannya, e-Health memiliki manfaat yang sangat besar bagi bidang kesehatan. Hal ini dikarenakan teknologi berbasis komputer yang diusung oleh e-Health sangat membantu dokter dan pelaku-pelaku kegiatan lainnya di bidang kesehatan dalam mendapatkan dan menyampaikan berbagai informasi tentang kesehatan dalam waktu cepat dan secara terinci, sekaligus meringankan beban kerja di tengah tingginya frekuensi aktivitas yang berlangsung dalam bidang kesehatan.

Adapun secara rinci e-Health memiliki manfaat sebagai berikut:
  • Meningkatkan efisiensi kerja dan penurunan biaya dalam kegiatan medis
  • Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara lebih baik
  • Membantu pembuktian diagnosa melalui evaluasi ilmiah
  • Membantu pemberdayaan pasien dan konsumen dalam penggunaan teknologi informasi
  • Mendorong terjadinya hubungan yang lebih baik antara pasien dan tenaga kesehatan
  • Mendorong adanya pendidikan teknologi informasi bagi tenaga kesehatan dan masyarakat
  • Mendorong tumbuhnya jaringan komunikasi dan pertukaran informasi antara semua lembaga pelayanan kesehatan
  • Membantu perluasan ruang lingkup pelayanan kesehatan secara cepat tanpa harus terlalu bergantung pada penyediaan fasilitas fisik yang sangat banyak seperti pada cara konvensional
Dari manfaat-manfaat di atas sangatlah terlihat bahwa e-Health merupakan solusi terbaik bagi pelaku aktivitas bidang kesehatan dalam melakukan pelayanan kepada pasien dan konsumen secara cepat dan efisien. Ini dikarenakan bahwa e-Health menuntut agar semua orang yang menggunakannya harus memperhatikan ketelitian yang sangat tajam dalam aktivitasnya, yang dimana ini bertujuan untuk menekan risiko dari kesalahan diagnosa maupun malpraktik dalam pelayanan klinis di lembaga pelayanan kesehatan (apabila dibandingkan dengan cara konvensional).

5. Contoh Penerapan e-Health

Contoh penggunaan sistem telefarmasi (sumber: http://www.scriptpro.com/uploadedImages/Content/Content_Pods/SP_Products/Telepharmacy/Telepharmacy-RPh-verify.jpg?n=1139)
Salah satu penerapan dari sistem e-Health yang dapat ditemui yaitu sistem telefarmasi, dengan tujuan utama dari sistem ini yaitu untuk mengizinkan seorang pasien yang berlokasi di tempat yang tidak memungkinkan untuk dapat berkomunikasi dengan seorang apoteker secara langsung untuk mendapatkan obat melalui jaringan telekomunikasi. Selain itu, sistem ini juga bertujuan untuk menyelesaikan masalah kekurangan tenaga apoteker yang ada di daerah terpencil. Dalam sistem ini, terdapat beberapa fungsi yang diterapkan untuk mewujudkan penyelesaian dari masalah-masalah tersebut, yang utamanya berupa:
  • Pengawasan terapi obat
  • Konsultasi pasien
  • Pemberian otorisasi untuk obat yang membutuhkan resep dokter
  • Pengawasan untuk kepatuhan terhadap aturan-aturan formularium melalui telekonferensi atau videokonferensi
  • Pengepakan dan pemberian label untuk obat yang membutuhkan resep tanpa membutuhkan kehadiran apoteker di tempat dengan menggunakan mesin remote dispensing
Salah satu negara yang sukses mengawali penggunaan telefarmasi di dunia untuk penggunaan di kalangan masyarakat umum yaitu Kanada, dimana negara ini menerapkan telefarmasi sejak tahun 2003 dikarenakan terjadinya kekurangan apoteker secara meluas di seluruh wilayah negara tersebut. Pada tahun tersebut penggunaan telefarmasi di Kanada dimulai dari sebuah rumah sakit di kota Cranbrook (yang terletak di provinsi British Columbia), yang pada saat itu apoteker yang bekerja di rumah sakit tersebut menggunakan sistem telefarmasi untuk membantu pengawasan tenaga farmasi di sebuah rumah sakit lain di kota terdekat yang tidak mampu mempekerjakan apoteker secara reguler.

Dikarenakan kesuksesan sistem tersebut, maka kemudian penggunaan telefarmasi menyebar ke wilayah lain di provinsi tersebut, yang kemudian sistem tersebut dipergunakan juga sebagai sistem yang bertugas untuk menggantikan apoteker apabila dia sedang tidak hadir karena sakit atau mengambil cuti. Lalu pada tahun 2007, mesin remote dispensing pertama dipasang di provinsi Ontario, yang kemudian menuai kesuksesan besar karena mempercepat waktu yang dibutuhkan dalam proses pembelian obat dengan resep dokter. Dan masih di negara bagian yang sama, pada tahun 2009 sebuah rumah sakit di sana menggunakan sistem telefarmasi secara bersama dengan mempekerjakan apoteker di areal rumah sakit tersebut, yang dimana sistem telefarmasi tersebut dipergunakan untuk memeriksa pemesanan obat, sementara sang apoteker menangani pasien secara langsung dan mengawasi keamanan dalam pengobatan di rumah sakit.

Atas kesuksesan di Kanada, sistem telefarmasi kemudian menyebar ke seluruh dunia, dimana pada saat ini negara yang menggunakan yaitu Inggris, Belgia, Kuba, Jerman, Italia dan sebagainya. Ini membuktikan bahwa sistem telefarmasi (yang sudah jelas berbasis teknologi telekomunikasi serta teknologi komputer) sangatlah membantu dalam penanganan seluruh tindakan pengobatan yang dilakukan di bidang kesehatan, dikarenakan sistem berbasis komputer dapat meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan tingkat konsentrasi dari seorang apoteker dalam menangani tindakan langsung (yang berkaitan dengan obat-obatan) yang membutuhkan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi.

6. Bioinformatika

Gambaran umum dari bioinformatika (sumber: http://ccs.miami.edu/wp-content/uploads/2015/02/ccbi.jpg)
Bioinformatika merupakan sebuah istilah yang merujuk kepada bidang antardisiplin yang mempelajari penerapan teknik komputasi (termasuk pengembangan metode dan software) untuk mengelola dan menganalisa informasi biologis. Dalam bidang ini, biasanya penyelesaian masalah-masalah biologis yang terutama menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta berbagai informasi yang berkaitan dengannya dilakukan dengan menggunakan penerapan berbagai metode yang didasarkan pada bidang ilmu matematika, statistika dan informatika. Karena sistem utamanya berbasis komputer, maka dapat dikatakan bahwa bioinformatika mengedepankan penggunaan basis data untuk mengelola informasi biologis yang telah didapat dalam proses penyelesaian masalah biologis tersebut.

Secara umum bioinformatika memiliki beberapa cakupan bidang kerja yang mencakup berbagai sub-bidang lainnya, yang sebagian di antaranya yaitu:
  • Analisa sekuen DNA - di sini komputer digunakan untuk membantu proses analisa terhadap struktur dari sebuah rantai DNA, termasuk pula perubahan-perubahan yang terjadi pada rantai DNA tersebut
  • Ekspresi gen dan protein - dalam proses penerjemahan informasi genetik menjadi protein (serta protein menjadi fenotip), komputer akan memeriksa secara statistikal apakah terdapat perbedaan pada struktur genetik maupun protein yang dapat berakibat pada perubahan sifat dari suatu organisme secara keseluruhan, sehingga perubahan yang bersifat buruk dapat dihentikan secara menyeluruh
  • Biologi jaringan dan sistem - seluruh bagian dari sebuah jaringan antarmolekul pada suatu organisme akan dibaca oleh komputer secara menyeluruh untuk menentukan tipe-tipe data yang terdapat dalam jaringan tersebut. Setelah benar-benar terdeteksi secara jelas, maka kemudian pola kerja dari jaringan tersebut disimulasikan dengan komputer untuk menganalisa sekaligus membuat gambaran visual dari seluruh hubungan kompleks yang terjadi pada proses-proses metabolisme biologi tingkat selular
Database menjadi sebuah hal yang penting bagi bioinformatika, karena pada umumnya sebuah database bioinformatika berisi berbagai macam informasi seperti sekuen protein dan DNA, struktur molekular, fenotip pada organisme, keragaman biologi, dan sebagainya. Semua data yang ada di dalamnya sendiri dapat berupa data empiris, data perkiraan atau kombinasi keduanya, atau bahkan kombinasi dari beberapa database lain. Alhasil jumlah dari data yang dapat dipergunakan sebagai sumber rujukan untuk analisa pada sebuah penelitian menjadi semakin banyak, dan juga hasil analisa menggunakan bioinformatika menjadi lebih akurat (untuk penelitian yang membutuhkan sumber-sumber yang bertindak sebagai pembanding dengan subjek penelitian).

Kehadiran bioinformatika sendiri sangatlah menguntungkan para peneliti di bidang-bidang keilmuan yang berkaitan dengan biologi, karena bioinformatika memudahkan peneliti dalam menggali dan mengolah berbagai informasi yang terdapat di dalam sebuah rantai genetik, baik itu sifat-sifat gen yang berpengaruh kepada keturunan, potensi kerusakan yang dibawa oleh sebuah sel kanker, dan sebagainya. Alhasil ini sangat membantu para peneliti dalam membuat metode-metode yang tepat untuk pengembangan kualitas produk-produk berbasis biologi serta metode pengobatan yang sangat berguna dalam mengobati berbagai penyakit  di dunia kesehatan.

-----------------------------Trend SI/TI dalam Bidang Media dan New Media-----------------------------

Pada dunia media (terutama media massa), SI dan TI kini memegang peranan yang sangat penting, dimana penyebaran dari berita menjadi semakin cepat berkat semakin canggihnya teknologi yang diusung oleh SI dan TI. Di sini akan dibahas beberapa topik yang berkaitan dengan media, yaitu:

1. Manfaat Media

Gambaran media massa (sumber: http://infopublik.id/cni-content/uploads/modules/posts/20161127080830.jpg)
Dalam kehidupan sehari-hari, media memiliki berbagai manfaat yang sangat banyak bagi mereka yang membacanya (atau menontonnya). Umumnya manfaat dari media dikategorikan ke dalam 4 jenis, yaitu:
  • Sarana informasi - media dapat membantu penyebaran suatu informasi ke masyarakat secara lebih mudah, sehingga masyarakat dapat mengetahui suatu peristiwa yang terjadi di sekitarnya maupun di daerah lain secara cepat
  • Sarana hiburan - di sini dapat dikatakan bahwa media menawarkan berbagai jenis hiburan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat untuk melepaskan rasa lelah dari aktivitas sehari-hari, sehingga kondisi fisik dan jiwanya menjadi rileks dan terhibur
  • Sarana pendidikan - dengan menggunakan media, semua ilmu pengetahuan dapat tersebar ke masyarakat secara lebih mudah, dan ini akan berakibat pada semakin tingginya kekayaan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat
  • Sarana sosialisasi - berbagai ide, kebijakan dan peraturan dapat disebarkan ke masyarakat secara lebih mudah berkat penggunaan media. Alhasil ini berefek pada meningginya tingkat keaktifan masyarakat dalam berbagai kegiatan di lingkungan sosial, baik itu yang bersifat langsung maupun tidak langsung
Dari 4 kategori manfaat media di atas, dapat dikatakan bahwa media memiliki peran yang besar dalam membentuk karakteristik masyarakat. Hal ini dikarenakan semua informasi yang disampaikan melalui media akan sampai ke masyarakat dengan mudah (terutama untuk mereka yang sangat melek media), dan juga pihak yang menyampaikan informasi (biasanya yaitu pemerintah sebagai pihak yang mengayomi masyarakat) dapat mengarahkan perilaku keseharian dari masyarakat menuju ke sikap-sikap yang telah ditetapkan sebagai sikap yang patut menjadi panutan bagi seluruh unsur masyarakat.

2. Tantangan New Media

Acara diskusi yang membahas tentang new media di Indonesia (sumber: http://media.viva.co.id/thumbs2/2008/12/09/60601__ki_ka_rizal_mallarangeng_anindya_bakrie_dan_ninok_leksono__663_382.jpg)
New media merupakan sebuah istilah dalam dunia media massa yang merujuk kepada keberagaman cara penyajian konten media dalam satu kesatuan maupun komando, dengan tujuan yaitu menghadirkan beragam konten kepada khalayak yang beragam pula sesuai minat dan media yang dipergunakan untuk menikmatinya (elektronik, online, mobile, dan sebagainya). Dari sini dapat dikatakan bahwa pada masa kini banyak ragam dari perangkat yang dapat dipergunakan untuk menikmati konten yang ditawarkan oleh media, atau bahkan satu perangkat bisa mengakses berbagai jenis konten media. Namun sayangnya, dari sini kemudian muncul tantangan bagi new media itu sendiri, dengan beberapa di antaranya yaitu:
  • Perubahan sosial dan budaya pada masyarakat - di sini terdapat fakta yaitu adanya perubahan pada pola sosial dan budaya di masyarakat dalam hal preferensi terhadap media. Masyarakat pada masa kini memiliki kebebasan untuk memilih dan memperlakukan media yang mereka inginkan, yang artinya adalah masyarakat tidak lagi dapat dipaksa untuk mengikuti kemauan institusi media, melainkan masyarakat bebas memilih media mana yang ingin mereka baca maupun mereka tonton
  • Perkembangan teknologi media massa - berkembangnya teknologi memicu terjadinya peralihan di bentuk saluran penyampaian konten media massa, dimana media berbasis kertas (media cetak) sebagian besar digantikan oleh media elektronik yang biaya aksesnya lebih murah, lebih cepat diakses dan lebih ramah lingkungan
  • Krisis finansial global - new media menjadi semakin populer pasca krisis finansial global yang terjadi di periode 2007 hingga 2009, dimana media cetak di beberapa negara (terutama Amerika Serikat) akhirnya berhenti terbit karena terjadinya kesulitan keuangan dan pengurangan tenaga kerja (baik itu di industri media cetak maupun industri periklanan yang mendukung kelangsungan media cetak). Alhasil untuk menyiasatinya pengelola industri media cetak kemudian mengalihkan penerbitannya ke media online, yang dimana ini turut menaikkan popularitas dari new media
  • Biasnya konten - berbeda dengan media konvensional, new media memiliki kecenderungan untuk memiliki kebiasan konten yang jauh lebih besar, akibat terjadinya pemangkasan jumlah staf biro editor yang bertugas untuk menyaring berita yang masuk sekaligus semakin ketatnya persaingan bisnis media yang mengharuskan wartawan untuk semakin sering memperbarui berita yang didapat dari kondisi di lapangan
Keempat tantangan tersebut secara gamblang menjelaskan bahwa jalan bagi new media untuk mencapai kesempurnaan masih sangatlah panjang dan jauh, yang dengan kata lain siapapun yang berkutat dengan new media haruslah terus berusaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan kualitas dari konten yang disajikan kepada masyarakat. Ini tidak lain merupakan salah satu keharusan dalam strategi pemasaran suatu media agar mereka (masyarakat) yang menjadi pembaca maupun penonton dari media tersebut tetap menjadi pelanggan setia dari media tersebut.

3. Elemen Media

Elemen-elemen yang terdapat pada sebuah media (sumber: http://images.slideplayer.info/11/3069816/slides/slide_8.jpg)
Dalam sebuah media, terdapat beberapa elemen-elemen penyusun yang pada dasarnya merupakan elemen penyusun komunikasi massa. Elemen-elemen tersebut adalah:
  • Komunikator - di sini komunikator pada media massa merupakan institusi seperti stasiun televisi, penerbit surat kabar dan sebagainya, yang dimana mereka menyampaikan informasi kepada audiens
  • Isi - sebuah media tentunya memiliki isi, yang dimana isinya dapat berupa informasi maupun hiburan
  • Audiens - yang dimaksud dengan audiens bisa berupa pembaca atau penonton (bergantung dari bentuk yang dipergunakan untuk menyampaikan konten media), dengan jumlah audiens sangat besar dan jenisnya sangatlah heterogen, serta terpisah dari sang komunikator secara fisik
  • Umpan balik - audiens memberikan reaksi terhadap apa yang disampaikan oleh komunikator, namun biasanya ini membutuhkan jangka waktu tertentu (dan dengan pola komunikasi yang juga tidak langsung) sebelum sang komunikator kemudian menerima reaksi dari audiens
  • Gangguan - ada dua jenis gangguan, yaitu gangguan saluran (gangguan yang bersifat teknis seperti kesalahan cetak, kata yang hilang dan interupsi dari orang lain ketika sedang membaca atau menonton suatu media) dan gangguan semantik (gangguan yang bersifat bahasa dan terutama terjadi saat proses komunikasi sedang berlangsung)
  • Gatekeeper - istilah ini merujuk kepada mereka yang memberikan izin bagi tersebarnya sebuah informasi. Biasanya yang berperan di sini yaitu seorang editor, baik itu yang bertugas untuk menyunting media tertulis atau media audio-visual
  • Pengatur - kategori ini diisi oleh mereka yang secara tidak langsung mempengaruhi aliran dari pesan yang disampaikan melalui media. Meskipun mereka bukanlah orang-orang yang secara langsung berada di dalam lingkungan industri media itu sendiri, namun mereka ikut menentukan kebijakan redaksional bagi industri media
  • Filter - sesuai dengan namanya yang dapat diartikan sebagai "saringan", filter bertindak sebagai sebuah kerangka pikir bagi audiens dalam menyaring dan menerima pesan dari apa yang disampaikan oleh media. Umumnya terdapat 3 sisi kehidupan yang dapat menjadi sebuah filter dalam media, yaitu psikologi, budaya dan fisik. Ketiganya sendiri mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari pesan yang diterima dan respons yang dihasilkan oleh audiens

4. Contoh Kasus

Search Engine Optimization dan yang berkaitan dengannya (sumber: https://www.reliablesoft.net/wp-content/uploads/2013/02/seo-puzzle-style.jpg)
Search Engine Optimization (SEO) merupakan sebuah istilah yang dipergunakan untuk merujuk kepada serangkaian proses sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas dari lalu lintas kunjungan ke suatu situs web melalui mesin pencari. Proses ini tentunya memanfaatkan mekanisme kerja (alias algoritma) dari mesin pencari yang dipergunakan untuk mengunjungi situs web tersebut tersebut. Saat ini SEO merupakan salah satu teknik yang sangat ampuh dalam mendapatkan pengunjung situs web, karena penggunaan metode-metode SEO membantu sebuah situs web untuk dapat terdaftar di dalam indeks sistem mesin pencari secara optimal.
Dalam praktiknya, pengaplikasian metode-metode yang ada di dalam SEO mengharuskan para pemilik situs web untuk mematuhi beberapa "peraturan" agar situs web milik mereka dapat diindekskan oleh mesin pencari, yang dimana sebagian di antaranya adalah:
  • Kode yang dipergunakan untuk membuat desain situs web (terutama HTML) haruslah yang ramah terhadap algoritma SEO yang dimiliki oleh mesin pencari
  • Kata kunci pencarian harus dalam bentuk sebuah frase, yang dimana ini mampu mengoptimalkan hasil pencarian (bila dibandingkan dengan menggunakan satu kata saja)
  • Dalam membuat situs web, situs harus diberi sebuah nama yang sesuai dengan tema dari situs web yang dibuat, dan nama tersebut dapat mencerminkan frase kata kunci pencarian dari situs web itu sendiri
  • Situs web yang telah dipublikasikan haruslah dikirimkan ke direktori yang bersesuaian dengan kategori dari situs tersebut
  • Untuk mengoptimalkan algoritma mesin pencari, dibutuhkan pengulangan dari penggunaan kata kunci pencarian pada halaman yang ada di situs web. Namun jumlahnya haruslah sesuai agar mesin pencari tidak mengalami kebingungan dalam memproses permintaan pencarian
Adapun dalam prinsip kerjanya, optimalisasi hasil pencarian dengan berdasarkan prinsip-prinsip yang dijunjung oleh SEO bekerja terutama dengan cara memanfaatkan kata kunci pencarian. Kata kunci pencarian menjadi inti paling penting dalam SEO karena mesin pencari melakukan pencarian di World Wide Web dengan menggunakan kata kunci yang dimasukkan ke dalam kolom pencarian oleh pengguna dari mesin pencari. Penggunaan kata kunci pencarian yang mudah dimengerti di dalam situs web yang dibuat akan memudahkan pengguna dalam mencari situs web tersebut melalui mesin pencari.

Umumnya untuk menerapkan SEO biasanya pemilik situs memanfaatkan jasa konsultasi SEO yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan spesialisasi dalam bidang ini. Hal ini dikarenakan tahap-tahap yang dibutuhkan oleh proses penerapan SEO sangatlah banyak, dan untuk mengerjakannya dibutuhkan kesabaran sekaligus saran-saran yang tepat dari para konsultan SEO, yang dimana ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan yang berujung kepada kegagalan untuk mendapatkan pengunjung. Meskipun begitu, terkadang ada yang "nekat" melakukan penerapan SEO secara sendiri (tanpa membutuhkan konsultasi ke para konsultan), yang dimana mereka yang biasanya menggunakan cara ini adalah yang sudah profesional dalam penerapan SEO.

Terdapat dua metode yang dipergunakan dalam menerapkan SEO, yaitu:
  • White Hat - metode ini sangat direkomendasikan untuk pemilik situs web dalam upaya menjaring pengunjung, karena metode ini mengikuti peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh operator situs mesin pencari dan juga mengizinkan pemilik situs web dalam "mengamankan" peringkat yang lebih tinggi di SERP (Search Engine Result Pages)
  • Black Hat - metode ini cenderung mengutamakan penggunaan cara-cara yang nyaris atau bahkan benar-benar ilegal (seperti memanipulasi mekanisme mesin pencarian, melakukan spamdexing, dan sebagainya). Biasanya konsultan-konsultan SEO menghindari cara-cara ini agar situs web milik klien mereka (yaitu pemilik situs web) tidak diblokir dari hasil pencarian oleh situs-situs mesin pencarian
Dari sini dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan SEO, pemilik situs web dapat "memasarkan" situs yang dimilikinya secara lebih baik. Ini dikarenakan prinsip utama yang dimiliki SEO yaitu mengutamakan kemudahan pengunjung dalam mencari sebuah situs web secara lebih optimal, sehingga selain pengguna dapat menemukan situs yang diinginkan dalam waktu cepat dan dengan hasil yang tepat (berdasarkan frase kata kunci pencarian yang diinginkan oleh pengguna), pemilik situs web juga mendapatkan pengunjung ke situsnya. Alhasil kedua pihak (pengguna maupun pemilik situs) saling mendapat keuntungan satu sama lain.

--------------------------------------------------Sumber--------------------------------------------------

http://ascopubs.org/doi/full/10.1200/jop.2005.1.2.54
https://andikaferianblog.wordpress.com/penerapan-komputer-dalam-bidang-kesehatan/
https://boedimanagoes.wordpress.com/2014/09/25/sistem-e-health-dalam-bidang-kesehatan/
https://en.wikipedia.org/wiki/Telepharmacy
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0959440X12000632
https://en.wikipedia.org/wiki/Bioinformatics
http://bib.oxfordjournals.org/cgi/pmidlookup?view=long&pmid=15153301
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2HTML/2011200777MCBab2001/page17.html
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20110115161917AAXMRJW
http://belajaretika.blogspot.co.id/2010/06/regulasi-media-menjawab-tantangan-new.html
http://angintimur147.blogspot.co.id/2012/10/konvergensi-media-tantangan-baru-media.html
http://www.academia.edu/3690323/11_elemen_komunikasi_massa
http://adealfira23.blogspot.co.id/2016/09/elemen-elemen-media-massa_30.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Search_engine_optimization
http://umum.galihpamungkas.com/2015/09/29/teknik-dan-cara-kerja-seo-search-engine-optimization/
http://www.vibranttechsolutions.com/seo/search-engine-optimization.html

Tuesday, November 29, 2016

Trend SI/TI di Masa Depan dan Bidang Bisnis

Di akhir bulan November ini penulis kembali menghadirkan sebuah artikel baru tentang dunia SI dan TI, yang dimana cakupannya terfokus pada trend di masa depan serta hubungan SI dan TI dengan dunia bisnis.

----------------------------------------Trend SI/TI di Masa Depan----------------------------------------

Ada beberapa hal yang diprediksi akan menjadi sebuah trend dalam dunia SI dan TI di masa depan, walaupun saat ini hal-hal tersebut sudah mulai menampakkan wujudnya di masa kini:

1. Ekonomi API (Aplikasi Penghubung Pemrograman)

Pada dasarnya API (Application Programming Interface) dibuat sebagai sebuah kumpulan dari perintah, fungsi, dan protokol yang dapat digunakan oleh programmer saat membangun perangkat lunak untuk sistem operasi tertentu. API sendiri memiliki berbagai fungsi atau perintah yang ditujukan untuk menggantikan bahasa yang digunakan dalam system calls dengan bahasa yang lebih terstruktur dan mudah dimengerti oleh programmer. Fungsi yang dibuat dengan menggunakan API tersebut kemudian akan memanggil system calls sesuai dengan sistem operasinya (dan tidak menutup kemungkinan nama dari system calls tersebut sama dengan nama yang disebutkan di API).

Contoh dari API (sumber: SlideShare.net)
Ekonomi API dapat dipahami sebagai sebuah istilah umum yang menjelaskan bagaimana API dapat memberi efek positif kepada profitabilitas dari sebuah organisasi (umumnya organisasi bisnis). Penggunaan API dalam dunia bisnis dan ekonomi sendiri terutama difokuskan untuk menunjang berbagai usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan bisnis yang sudah ada maupun menciptakan sebuah layanan baru yang sebelumnya nyaris tidak dapat diwujudkan oleh pola konvensional. Ini artinya setiap pelaku bisnis pada masa kini menggunakan API sebagai alat terpenting untuk pengembangan kualitas dari semua layanan (terutama layanan berbasis TI) yang mereka tawarkan kepada konsumen.

API sendiri memungkinkan pelaku bisnis untuk memberikan layanan mereka di mana saja, terutama dalam layanan jual-beli online, dimana pelaku bisnis bisa menempatkan antarmuka untuk interaksi bisnis di berbagai situs web (bahkan situs web pihak ketiga sekalipun) secara fleksibel. Sehingga ini menciptakan fleksibilitas yang sangat tinggi, dan konsumen dapat berinteraksi dengan pelaku bisnis tanpa terbatasi oleh waktu maupun ruang dan tempat. Di samping itu, penggunaan API juga menguntungkan pemilik dari situs web pihak ketiga yang bekerjasama dengan pelaku bisnis yang menyediakan API tersebut, karena jumlah pengunjung situs web tersebut semakin bertambah, dan situs web pihak ketiga tersebut menjadi terkenal karena kerjasamanya dengan pelaku bisnis yang memiliki nama di sektor bisnis online. Tentunya ini merupakan salah satu wujud dari simbiosis mutualisme dalam dunia SI dan TI.

2. Pemasaran Dimensi

Evolusi pemasaran dari tradisional ke dimensional (sumber: dupress.deloitte.com)
Meskipun pemasaran berbasis dimensional (dimensional marketing) merupakan pembaruan dari konsep pemasaran yang diperbarui untuk era digital, namun pada dasarnya pemasaran dimensi dibutuhkan untuk mendapatkan konsumen di tengah semakin derasnya arus informasi pada era digital. Ada 4 buah dimensi yang didefinisikan dalam teknik pemasaran ini, yaitu:
  1. Keterlibatan konsumen
  2. Konektivitas
  3. Informasi
  4. Teknologi generasi lanjut
Pemasaran melalui dimensi pertama (yaitu keterlibatan konsumen) dilakukan oleh pelaku bisnis dengan cara memberikan sebuah pengalaman yang bersifat pribadi, kontekstual dan real-time kepada konsumen. Ini adalah suatu hal yang sangat penting dalam menjaring konsumen di era digital, karena di masa depan semua interaksi bisnis didasarkan pada pengalaman dari konsumen dalam berbagai interaksi bisnis yang mereka lakukan dengan para pelaku bisnis yang mereka hadapi.

Sedangkan dimensi kedua (konektivitas) berbasis pada prinsip untuk menciptakan sebuah hubungan erat antara pelaku bisnis dan konsumen yang berbasis pemahaman terhadap keinginan konsumen. Pentingnya konektivitas dalam pemasaran berbasis dimensional disebabkan oleh fakta bahwa semakin banyak saluran yang dipergunakan oleh pelaku bisnis dalam usaha untuk memasarkan produknya, maka konsumen dapat dilayani kapan saja dan dimana saja, sehingga ini berakibat pada kepedulian konsumen terhadap produk (bahkan merek) yang ditawarkan oleh pelaku bisnis, yang kemudian juga berakibat pada semakin besarnya pangsa pasar dari bisnis tersebut (dan bahkan sukses merebut konsumen dari pesaing).

Untuk dimensi ketiga (informasi), ini juga merupakan hal penting karena pelaku bisnis dapat melaksanakan peningkatan kualitas produk yang mereka tawarkan melalui berbagai informasi yang didapatkan dari analisa terhadap keinginan pasar secara real-time dan akurat. Hal ini dikarenakan pemasaran yang dikendalikan berdasarkan informasi sangat efektif dari segi biaya dan lebih cepat ketimbang metode konvensional. Selain itu, pemasaran berbasis informasi juga sangat membantu para pelaku bisnis untuk mencari pasar yang menjadi sasaran utama mereka, sehingga intelejensi dari sistem pemasarannya akan semakin meninggi dari waktu ke waktu.

Dan dimensi keempat (teknologi generasi lanjut) berkisar di area dari teknologi yang dipergunakan untuk pemasaran itu sendiri. Dengan semakin berlipatnya jumlah saluran dan titik temu untuk interaksi antara pelaku bisnis dan konsumen, maka dibutuhkan teknologi yang dapat mempersatukan aspek tradisional, aspek digital, konsumen dan sistem bisnis secara selaras dan dinamis. Ini tentunya akan berefek pada konsistensi pengalaman yang dimiliki oleh konsumen dalam melakukan interaksi dengan pelaku bisnis.

3. Robot Manusia

Sesuai dengan namanya, robot manusia dirancang dengan casing yang memiliki bentuk yang mencerminkan tubuh seorang manusia. Awalnya robot manusia pertama kali diciptakan sebagai sebuah alat percobaan untuk menciptakan komputasi yang dapat mereplikasi berbagai gerakan tubuh manusia, baik itu sebagian atau seluruhnya. Hal ini dikarenakan para peneliti yang meneliti dan mengembangkan robot manusia ingin menghadirkan peralatan berbasis elektromekanik yang dapat berfungsi dengan kemampuan yang sama seperti seorang manusia (bahkan bisa meniru manusia itu sendiri), dan dapat menggantikan tenaga manusia untuk pekerjaan-pekerjaan yang dapat melelahkan manusia (atau bahkan berbahaya terhadap keselamatan manusia yang melakukan pekerjaan tersebut).

Robot humanoid TOPIO (sumber: en.wikipedia.org)
Prinsip utama dari robot manusia sendiri pada dasarnya sama dengan robot generasi modern, yaitu mekanisme dari seluruh komponennya diatur dengan menggunakan komputer. Hanya saja perangkat lunak yang dipergunakan pada robot manusia diberi tambahan fungsi seperti kemampuan untuk berbicara, mengenali wajah, dan bahkan memahami emosi manusia. Fungsi ini dibuat terutama untuk robot-robot yang didesain sebagai robot untuk asisten pribadi bagi mereka yang menyandang cacat, mereka yang telah berusia lanjut, atau mereka yang sangat sibuk di kegiatan sehari-harinya.

Di samping itu, fungsi yang ditanamkan ke dalam program kendali robot manusia juga berguna untuk robot yang dibuat untuk mengerjakan aktivitas yang dilakukan secara berulang seperti menyambut tamu dan sejenisnya. Tidak terkecuali pula untuk robot yang dipergunakan dalam menangani pekerjaan yang berbahaya (seperti robot manusia yang dipergunakan oleh pabrik maupun tentara). Alhasil keberadaan robot manusia sangat dinantikan oleh banyak pihak di masa depan, karena ini akan sangat membantu dalam usaha untuk mengurangi beban dan risiko kerja yang selama ini ditanggung oleh manusia.

4. Pekerja TI Bagi Masa Depan

Di masa depan, para pekerja yang mengkhususkan kemampuannya di bidang TI akan semakin dicari oleh banyak perusahaan, dikarenakan adanya tuntutan untuk modernisasi seluruh mekanisme kerja dengan menggunakan sistem berbasis TI (dengan kata lain, semua aktivitas yang berkaitan dengan produktivitas perusahaan diubah menjadi sepenuhnya menggunakan komputer). Akibatnya, kebutuhan terhadap pekerja TI di masa depan akan semakin besar dari waktu ke waktu, karena dalam waktu singkat saja sudah terjadi banyak perubahan yang harus dikejar oleh perusahaan tersebut (baik itu pembaruan perangkat lunak, penggantian perangkat keras, dan sebagainya).

Pekerja TI sendiri pada masa depan memang menjadi orang yang sangatlah dibutuhkan oleh perusahaan (seperti yang telah disebutkan di atas). Namun secara dasar kemampuan yang dimiliki tidaklah harus sangatlah khusus, karena biasanya para pekerja TI secara otomatis akan memiliki kemampuan yang terkhususkan pada salah satu bidang dari TI ketika dia menangani suatu hal yang sama secara berulang dalam waktu yang cukup lama. Ini dikarenakan pengalaman menjadi sesuatu yang menentukan apakah seorang pekerja TI memiliki kemampuan yang bagus dalam menangani suatu masalah, sehingga pada akhirnya banyak perusahaan yang ketika merekrut para pekerja TI pertama kali melihat kemampuannya dari sisi pengalamannya dalam menyelesaikan masalah di dunia TI secara tepat dan efektif dalam waktu singkat.

5. Contoh Kasus

Untuk pembahasan kali ini, contoh kasus yang diambil penulis yaitu penggunaan API dalam bidang perekonomian. Rekan-rekan dari penulis di sebuah grup pecinta kereta api menjalankan sebuah website berita perkeretaapian yang bernama RE Digest (dengan beralamatkan di www.re-digest.web.id), yang dimana awalnya website ini sepenuhnya didedikasikan untuk menyediakan berita-berita aktual dari jagat perkeretaapian di seluruh dunia (termasuk Indonesia). Namun per 30 September 2016, website ini memulai kerjasamanya dengan 2 website jual-beli tiket papan atas di Indonesia yaitu Tiket.com dan Blibli.com dalam hal penyediaan API untuk melayani pemesanan tiket kereta api jarak jauh dan tiket pesawat (dari Tiket.com) serta voucher tiket kereta api ARS (Airport Railink Service) yang melayani rute stasiun Medan ke stasiun Bandara Kualanamu (dari Blibli.com).

Tampilan website RE Digest, lengkap dengan API untuk pemesanan tiket
Di tampilan halaman website RE Digest sendiri terdapat 2 buah API yang terletak di sisi kanan halaman, yang dimana API pertama yaitu untuk pemesanan tiket kereta api jarak jauh dan tiket pesawat yang disediakan oleh Tiket.com, dan API kedua diperuntukkan sebagai antarmuka sederhana untuk membeli voucher tiket ARS Kualanamu yang disediakan oleh Blibli.com. Kedua API ini berfungsi sebagai penghubung antara kedua website penjual tiket dengan website RE Digest, yang dimana ketika pengunjung melakukan pencarian tiket (berdasarkan apa yang dimasukkan di dalam kolom pencarian), maka API akan memanggil server penjualan tiket untuk mengirimkan hasil pencarian ke API. API kemudian akan menampilkan hasilnya kepada pengunjung dalam waktu yang cepat dan hasilnya sama persis dengan mencari di halaman web Tiket.com maupun Blibli.com itu sendiri (karena instruksi yang dikirimkan oleh API sama dengan instruksi yang diprogram untuk pencarian di halaman web Tiket.com maupun Blibli.com).

Penggunaan API ini menguntungkan para pembaca RE Digest yang ingin memesan tiket kereta api maupun pesawat, yang dimana keuntungan-keuntungannya adalah:
  • Pembelian voucher tiket kereta bandara ARS Kualanamu melalui panel API Blibli.com di halaman web RE Digest mendapat potongan harga Rp75.000, dari yang normalnya seharga Rp150.000 cukup membayar Rp75.000 saja
  • Tiket.com menyediakan daftar harga tiket kereta api dan pesawat secara berurutan dari yang termurah lebih dahulu. Sehingga pembaca yang ingin mencari tiket melalui panel API Tiket.com di RE Digest dapat memesan tiket yang harganya paling murah tanpa harus mencari secara acak
  • Pencarian tiket dengan menggunakan panel API Tiket.com di RE Digest akan menampilkan tiket yang masih tersedia di posisi paling awal, dan tiket yang sudah habis ditampilkan dengan warna pudar di posisi bawah
  • Pencarian dan pemesanan tiket dapat dilakukan di halaman yang sama dengan berita RE Digest yang sedang dibaca. Ini tentunya memungkinkan pengunjung untuk tidak perlu membuka tab baru dan juga tidak perlu menunggu loading tab baru (yang pada akhirnya menghemat bandwidth koneksi Internet secara besar-besaran)
  • Pembayaran tiket lebih praktis dengan berbagai metode pembayaran yang disediakan oleh Tiket.com dan Blibli.com
--------------------------------------Trend SI/TI dalam Bidang Bisnis--------------------------------------

1. Pengertian dan Tujuan Bisnis

Siluet seorang pebisnis (sumber: www.silhouettegraphics.net)
Sesuai dengan namanya, bisnis merupakan kegiatan usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam kegiatan bisnis, seorang pelaku bisnis harus dapat memadukan 4 jenis sumber daya untuk membuat bisnisnya dapat berlangsung dengan baik, yaitu:

1. Materi
2. Manusia
3. Keuangan
4. Informasi

Untuk tujuan dari bisnis, tujuan yang paling utama adalah untuk mendapatkan laba, yaitu imbalan yang didapatkan oleh pelaku bisnis dari penyediaan suatu produk bagi konsumen, baik itu produk fisik atau jasa. Hal ini dikarenakan laba yang didapatkan akan dipergunakan untuk mendukung kelangsungan operasional dari usaha yang dijalankan oleh pelaku bisnis, baik itu berupa pembelian material baru, perekrutan tenaga kerja, dan sebagainya.

2. TI dan Dunia Bisnis

Simbol hubungan IT dan bisnis (sumber: www.shutterstock.com)
Hubungan TI dan dunia bisnis pada saat ini sangatlah erat, karena segala produktivitas dari para pelaku bisnis yang dilakukan pada masa kini sangat bergantung kepada keberadaan TI. Selain memberi kemudahan dalam berinteraksi dengan konsumen, TI juga mendukung pelaku bisnis untuk mendapat berbagai informasi yang mendukung produktivitas mereka. Adapun pemanfaatan TI dalam bidang bisnis adalah:

a. Sebagai penyedia sarana komunikasi yang lebih cepat

Dimulai dengan e-mail (surat elektronik), pelaku bisnis dapat berkomunikasi dengan klien maupun rekanan dengan cepat dan efektif, tanpa harus kerepotan menggunakan faksimile maupun surat untuk saling berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Setelah itu, berkembang pula chat yang kemudian semakin mempercepat waktu yang dibutuhkan dalam komunikasi berbasis elektronik yang bersifat pribadi, ditambah dengan kemunculan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol), video conference dan sebagainya. Dengan ini, komunikasi yang dibutuhkan untuk mempermudah urusan bisnis dapat terjadi secara lancar, tanpa terbatasi oleh tempat dan waktu.

b. Sebagai sumber pengetahuan dan informasi

Internet menyediakan jutaan pengetahuan dan informasi yang dibutuhkan oleh pelaku bisnis, yang dimana semua dapat diakses hanya dengan satu klik saja. Ini sangat menguntungkan karena biaya yang dibutuhkan dalam mendapatkan akses ke pengetahuan dan informasi bisnis dapat ditekan secara drastis, yang dimana sebagian di antaranya dapat dialihkan menjadi biaya untuk membayar koneksi Internet, maupun untuk biaya cadangan dalam operasional bisnis.

Dan dengan semakin banyaknya pengetahuan dan informasi yang didapatkan, maka imbasnya adalah bisnis yang dikelola akan semakin maju, karena pelaku bisnis tersebut memiliki strategi-strategi yang dibutuhkan untuk pengelolaan bisnis berdasarkan pengetahuan dan informasi tersebut. Bahkan dari pengetahuan dan informasi tersebut pun seorang pelaku bisnis dapat mengetahui seperti apa kondisi dari pesaingnya, yang ini tentunya mengizinkan pelaku bisnis untuk menyusun strategi yang paling ampuh dan efektif dalam mempertahankan pasar yang telah dimiliki oleh produk dan jasa yang ditawarkannya kepada konsumen dari serangan produk dan jasa yang ditawarkan oleh pesaing.

c. Sebagai alat manajemen data

TI menyediakan sistem manajemen basis data (Database Management System, DBMS) yang fleksibel dan dapat diandalkan oleh pelaku bisnis. Dengan DBMS, semua data yang ada dapat disimpan dalam format digital yang disimpan di server, dan data tersebut dapat diakses dari lokasi manapun (tanpa harus datang ke kantor terlebih dahulu). Alhasil penggunaan DBMS memungkinkan pelaku bisnis untuk mengurangi jumlah lemari arsip yang dimilikinya secara besar-besaran, karena semua data yang dimiliki

d. Sebagai penyedia sistem informasi manajemen

Dengan menggunakan sistem informasi manajemen, pelaku bisnis dapat melakukan pengelolaan seluruh kegiatan manajemen dalam organisasi bisnis mereka secara lebih mudah dan cepat. Ini termasuk pula melacak aktivitas bisnis yang cenderung lesu atau bahkan kinerjanya sangat rendah, sehingga pelaku bisnis bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk dapat meningkatkan kinerja dari aktivitas bisnis tersebut, baik itu mengatur besaran biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan bisnis, melaksanakan aktivitas yang dapat memotivasi mereka yang menangani aktivitas tersebut, dan sebagainya. Alhasil dengan seperti ini pelaku bisnis dapat memaksimalkan pendapatan hariannya mereka secara lebih baik.

e. Sebagai alat manajemen hubungan terhadap konsumen

Pelaku bisnis pada masa kini menggunakan sistem berbasis TI untuk membuat rekam jejak dari interaksi mereka dengan konsumen, yang dimana ini dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas dari produk yang mereka tawarkan kepada konsumen. Sehingga apabila terjadi suatu hal yang berakibat kualitas dari produk yang ditawarkan tersebut menjadi buruk (yang biasanya diawali dari komplain yang disampaikan konsumen kepada pelaku bisnis), maka pelaku bisnis dapat segera melacak sumber masalah tersebut dengan cepat dan teliti menggunakan sistem TInya mereka, lalu kemudian memberitahukannya kepada konsumen dalam waktu singkat. Ini akan membuat konsumen menjadi lebih tenang dan nyaman dalam berinteraksi dengan pelaku bisnis, dan di sisi lain pelaku bisnis menjadi sangat dipercaya oleh konsumen untuk kualitas dari produk yang ditawarkan oleh mereka.

f. Sebagai sarana untuk penyediaan layanan 24 jam

Pelayanan bisnis 24 jam dapat dicapai oleh pelaku bisnis dengan menggunakan sistem TI, yang tentunya memudahkan konsumen untuk dapat berinteraksi dengan pelaku bisnis kapan saja dan dimana saja. Hal ini terutama dikarenakan sistem TI didesain untuk dapat berjalan selama 24 jam, yang pada akhirnya berefek pada semakin tingginya tingkat ketersediaan produk yang ditawarkan kepada konsumen. Akibatnya, pelaku bisnis kini dapat melayani transaksi dengan konsumen, bahkan di saat toko milik pelaku bisnis sudah tutup karena jam operasionalnya berakhir pada hari tersebut.

3. Prosedur Pendirian Bisnis, Kontrak Kerja dan Prosedur Pengadaan
Gambaran dari memulai pendirian bisnis (sumber: startups.co.uk)
Dalam mendirikan dan menjalankan sebuah bisnis, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Ketiga hal tersebut adalah prosedur pendirian bisnis, kontrak kerja dan prosedur pengadaan, yang dimana ini sangat wajib hukumnya untuk dipatuhi oleh pelaku bisnis, karena badan usaha merupakan kesatuan hukum, teknis dan ekonomis yang bertujuan untuk mencari keuntungan. Apabila pelaku bisnis melanggar salah satu poin tersebut, maka ini berakibat kerugian terhadap pelaku bisnis itu sendiri, orang lain yang bekerjasama dengna pelaku bisnis, bahkan negara. Berikut ini adalah penjelasan dari setiap hal tersebut:

a. Prosedur Pendirian Bisnis

Untuk mendirikan bisnis, ada 4 tahapan yang harus dilalui, yaitu:

- Pengurusan izin pendirian

Proses pengurusan izin pendirian menjadi suatu hal yang tidak boleh dilewatkan oleh seorang pelaku bisnis demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan, terutama apabila pelaku bisnis tersebut ingin mendirikan bisnisnya dalam skala besar. Tahapan ini biasanya memiliki hasil akhir berupa sebuah surat izin yang dikenal dengan Letter of Intent, yang dimana bentuknya dapat berupa izin sementara, izin tetap hingga izin perluasan usaha. Untuk beberapa jenis perusahaan seperti distributor tunggal dari sebuah merek dagang, dari sebuah Letter of Intent dapat dibuat turunannya yaitu berupa Letter of Appointment. Surat ini berlaku sebagai sebuah bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan, jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi.

Dokumen utama yang diperlukan untuk mengurus izin pendirian ini biasanya adalah sebagai berikut:
  1. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  3. Bukti diri
Selain itu terdapat beberapa izin perusahaan lainnya yang harus dipenuhi oleh pelaku bisnis, seperti:
  1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  2. Surat Izin Usaha Industri (SIUI)
  3. Surat Izin Domisili
  4. Surat Izin Gangguan
  5. Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
- Pengesahan menjadi badan hukum

Meskipun sebuah bisnis tidaklah harus dibentuk sebagai badan hukum, namun bisnis yang ditujukan untuk dapat berekspansi (alias berkembang menjadi skala besar) haruslah disahkan sebagai badan hukum. Hal ini dikarenakan semua kegiatan tersebut harus tidak boleh melanggar hukum yang berlaku. Adapun pengakuan suatu bisnis sebagai badan hukum dapat didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA), dan sebagainya.

- Penggolongan menurut bidang yang dijalani

Tahapan yang selanjutnya harus dilalui oleh pelaku bisnis dalam mendirikan sebuah badan usaha adalah pengelompokan badan usaha oleh pihak berwenang kedalam berbagai jenis, dengan berdasarkan pada jenis bidang kegiatan bisnis yang dijalani. Setiap pengurusan izin tentunya akan dilakukan dengan merujuk ke kementerian yang membawahi bidang tersebut, seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian dsb. Hal ini untuk menjaga agar bidang kegiatan bisnis yang dijalankan oleh badan usaha tersebut bersesuaian dengan tujuan pendirian badan usaha tersebut, karena apabila bidangnya tidak sesuai dengan tujuan pendiriannya, maka ini dapat berakibat pada pencabutan paksa izin operasional bisnisnya oleh pihak yang berwenang.

- Mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen yang terkait

Tahapan paling terakhir yang dilalui adalah mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari kementerian terkait. Normalnya, izin untuk usaha yang didirikan oleh pelaku bisnis akan dikeluarkan oleh departemen yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha  tersebut. Namun diluar itu, badan usaha tersebut juga harus mendapatkan izin dari kementerian lain yang pada nantinya dalam operasional badan usaha tersebut kementerian tersebut ikut bersinggungan dengannya, misalnya Kementerian Perdagangan yang mengeluarkan izin pendirian industri pembuatan obat berupa SIUP. Maka sebagai kelanjutannya, kegiatan ini harus mendapatkan sertifikasi juga dari BP POM, Izin Gangguan atau HO dari Dinas Perizinan.

b. Kontrak Kerja

Kontrak kerja adalah suatu perjanjian antara pekerja dan pengusaha secara tertulis atau lisan, baik untuk waktu tertentu (sementara) maupun waktu tidak tertentu (tetap) yang memuat syarat-syarat kerja serta hak dan kewajiban dari kedua belah pihak. Setiap perusahaan wajib memberikan kontrak kerja di hari kerja pertama dari seorang pekerja yang sudah diterima di perusahaan tersebut. Dalam kontrak kerja biasanya terpapar dengan jelas bahwa pekerja memiliki hak untuk mendapat kebijakan perusahaan yang sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Di dalamnya juga memuat mengenai prosedur kerja dan kode disiplin yang ditetapkan perusahaan.

Dari pasal 1601a Kitab Undang-undang Hukum Perdata dapat dikatakan bahwa sebuah kontrak kerja harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut :

- Adanya pekerja dan pemberi kerja

Antara pekerja dan pemberi kerja memiliki kedudukan yang tidak sama. Ada pihak yang kedudukannya di tingkat atas (pemberi kerja) dan ada pihak yang kedudukannya di tingkat bawah (pekerja). Karena pemberi kerja mempunyai kewenangan untuk memerintah pekerja, maka sebuah kontrak kerja diperlukan untuk menjabarkan syarat, hak dan kewajiban dari pekerja dan yang mempekerjakan pekerja tersebut.

- Pelaksanaan kerja

Seorang pekerja wajib melakukan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang ditetapkan di dalam kontrak kerja yang diberikan oleh pemberi kerja. Apabila pekerjaan yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan di dalam kontrak kerja, maka ini dapat dikatakan sebagai tindakan yang menyalahi kontrak kerja (dan bahkan menyalahi hukum).

- Waktu Tertentu

Pelaksanaan kerja dilakukan dalam kurun waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh pemberi kerja. Misalkan dalam kontrak kerja disebutkan bahwa jam kerjanya yaitu pada kurun waktu 07.30 - 16.30, maka pekerja harus bekerja sesuai dengan kurun waktu tersebut. Jika pekerja mendapat tugas untuk bekerja melebihi kurun waktu yang seharusnya (alias lembur), maka pekerja tersebut haruslah mendapat kompensasi dari pemberi kerja (baik itu berupa kompensasi waktu atau upah lembur).

- Adanya gaji yang diterima

Gaji atau upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha kepada buruh untuk sesuatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan, dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan atau peraturan perundang-undangan, dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pengusaha dengan pekerja, termasuk tunjangan untuk pekerja itu sendiri maupun keluarganya (Pasal 1 huruf a Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah).

Dalam Pasal 1338 ayat (1) dinyatakan bahwa perjanjian yang dapat mengikat hanyalah perjanjian yang sah. Agar dapat dikatakan sebagai sah, maka pembuatan perjanjian harus berpedoman pada Pasal 1320 KHU Perdata. Pasal ini menentukan syarat sahnya kontrak kerja yaitu adanya:
- Kesepakatan

Yang dimaksud dengan kesepakatan adalah adanya rasa ikhlas atau sukarela di antara pihak-pihak yang membuat perjanjian tersebut. Kesepakatan tidak dianggap ada apabila sebuah kontrak kerja dibuat atas dasar paksaan, penipuan, atau kekhilafan.

- Kewenangan

Pihak-pihak yang membuat kontrak kerja haruslah orang-orang yang oleh hukum dinyatakan sebagai subyek hukum. Pada dasarnya semua orang menurut hukum mempunyai kewenangan untuk membuat kontrak. Yang tidak adalah anak-anak, orang dewasa yang ditempatkan di bawah pengawasan (curatele), dan orang sakit jiwa. Anak-anak adalah mereka yang belum dewasa yang menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan belum berumur 18 (delapan belas) tahun. Meskipun belum berumur 18 (delapan belas) tahun, apabila seseorang telah atau pernah kawin maka dia sudah dianggap dewasa dan cakap untuk dapat membuat sebuah perjanjian.

- Objek yang diatur harus jelas

Hal ini sangat penting sebagai cara untuk memberikan jaminan atau kepastian kepada pihak yang terlibat, dan mencegah timbulnya kontrak fiktif yang dapat merugikan pihak yang terlibat. Ini sangat dibutuhkan, mengingat banyak pekerjaan yang ternyata memiliki kontrak fiktif, yang artinya ini sama halnya dengan pekerjaan ilegal.

- Kontrak kerja harus sesuai dengan Undang-undang.

Isi kontrak tidak boleh bertentangan dengan apa yang tertulis di dalam undang-undang ketenagakerjaan. Dengan kata lain, isi kontrak kerja tidak boleh bersifat memaksa pekerja dan melawan ketertiban umum atau kesusilaan.

c. Prosedur Pengadaan

Untuk prosedur pengadaan, ada dua kategori utama yang didefinisikan dalam prosedur tersebut, yaitu pengadaan tenaga kerja dan pengadaan barang dan jasa.

- Pengadaan Tenaga Kerja

Dalam pengadaan tenaga kerja, terdapat 4 metode yang harus dilaksanakan secara teliti, yaitu:
  • Perencanaan Tenaga Kerja - metode ini berfungsi sebagai metode penentuan kuantitas dan kualitas dari tenaga kerja yang dibutuhkan dan cara-cara dalam memenuhinya. Penentuan kuantitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu time motion study dan peramalan tenaga kerja. Sedangkan penentuan kualitas dapat dilakukan dengan Job Analysis. Job Analysis terbagi menjadi dua, yaitu Job Description dan Job Specification / Job Requirement. Tujuan dari Job Analysis bagi perusahaan yang sudah lama berdiri yaitu untuk reorganisasi, penggantian pegawai, dan penerimaan pegawai baru.
  • Penarikan Tenaga Kerja - proses ini diperoleh dari dua sumber, yaitu sumber internal dan sumber eksternal. Penjelasannya yaitu:
    • Sumber internal - proses ini berupa menarik tenaga kerja baru dari rekomendasi karyawan lama dan nepotisme, berdasarkan sistem kekeluargaan, misalnya mempekerjakan anak, adik, dan sebagainya. Keuntungan menarik tenaga kerja dari sumber internal yaitu lowongan cepat terisi, tenaga kerja cepat menyesuaikan diri, dan semangat kerja meningkat. Namun kekurangannya adalah menghambat masuknya gagasan baru, terjadi konflik bila salah penempatan jabatan, karakter lama terbawa terus, dan promosi yang salah mempengaruhi efisiensi dan efektifitas. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber internal adalah untuk meningkatkan semangat, menjaga kesetiaan, memberi motivasi, dan memberi penghargaan atas prestasi.
    • Sumber eksternal - kebalikan dari sumber internal, proses ini berupa menarik tenaga kerja baru dari lembaga tenaga kerja, lembaga pendidikan, ataupun dari advertising, yaitu media cetak dan internet. Keuntungan menarik tenaga kerja dari sumber eksternal adalah dapat meminimaslisasi kesalahan penempatan jabatan, lebih berkualitas dan memperoleh ide baru/segar. Namun kekurangannya adalah membutuhkan proses yang lama, biaya yang cukup besar, dan rasa tidak senang dari pegawai lama. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber eksternal adalah untuk memperoleh gagasan/ide baru dan mencegah persaingan yang negatif.
  • Seleksi Tenaga Kerja - ada lima tahapan dalam menyeleksi tenaga kerja, yaitu seleksi administrasi, tes kemampuan dan psikologi, wawancara, tes kesehatan dan referensi (pengecekan). Terdapat dua pendekatan untuk menyeleksi tenaga kerja, yaitu Successive Selection Process dan Compensatory Selection Process. Successive Selection Process adalah seleksi yang dilaksanakan secara bertahap atau sistem gugur, sedangkan Compensatory Selection Process adalah seleksi dengan memberikan kesempatan yang sama pada semua calon untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditentukan.
  • Penempatan Tenaga Kerja - merupakan proses penentuan jabatan seseorang yang disesuaikan antara kualifikasi yang bersangkutan dengan job specification-nya. Indikator dari kesalahan penempatan tenaga kerja yaitu tenaga kerja yang tidak produktif, terjadi konflik, biaya yang tinggi dan tingkat kecelakaan kerja tinggi.
- Pengadaan Barang dan Jasa

Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa, terdapat beberapa metode pemilihan serta sistem penilaian kompetensi penyedia barang dan jasa. Secara umum jenis-jenis metode pemilihan penyedia barang dan jasa adalah:
  • Metode Pelelangan Umum - metode ini merupakan metode pemilihan penyedia barang/jasa yang relatif banyak dilakukan pada berbagai prosedur pengadaan barang. Pelelangan umum dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum, sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya. Semua pengadaan pada prinsipnya harus dapat dilelangkan dengan cara diumumkan secara luas, agar dapat menciptakan persaingan yang sehat di dunia bisnis.
  • Pelelangan Terbatas - metode ini dilakukan jika pelelangan umum sulit dilaksanakan karena terbatasnya penyedia barang/jasa yang mampu mengerjakan dan juga pekerjaannya bersifat kompleks. Pekerjaan kompleks sendiri yaitu pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi, mempunyai risiko tinggi, menggunakan peralatan yang didesain khusus atau bernilai di atas Rp. 50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah). Pelelangan terbatas diumumkan secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi dengan mencantumkan penyedia barang/jasa yang telah diyakini mampu, guna memberi kesempatan kepada penyedia barang/jasa lainnya yang memenuhi kualifikasi.
  • Pemilihan Langsung - bila metode pelelangan umum dan pelelangan terbatas sulit dilaksanakan dan kemungkinan tidak akan dapat mencapai sasaran, maka dilakukan pemilihan langsung. Pemilihan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan yang bernilai sampai dengan Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). Metode ini merupakan metode yang berupa pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran, sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet. Pejabat/Panitia Pengadaan mengundang penyedia barang/jasa untuk memasukkan penawaran kemudian membandingkan penawaran tersebut yang memenuhi syarat. Negosiasi teknis dan harga dilakukan secara bersaing.
  • Penunjukan Langsung - berdasarkan ketentuan dalam Keppres No 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa, penunjukan langsung dalam pengadaan barang/jasa dapat dilaksanakan apabila memenuhi kriteria yang antara lain:
    • Terjadi keadaan darurat untuk pertahanan negara, keamanan dan keselamatan masyarakat yang pelaksanaan pekerjaannya tidak dapat ditunda, atau harus dilakukan segera, termasuk penanganan darurat akibat bencana alam
    • Pekerjaan yang bersifat rahasia dan menyangkut pertahanan serta keamanan negara yang ditetapkan oleh Presiden
    • Pekerjaan berskala kecil dengan nilai paket pekerjaan maksimum Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah)
    • Paket pekerjaan berupa pekerjaan/barang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang/jasa, pabrikan, pemegang hak paten tertentu
    • Paket pekerjaan merupakan hasil produksi usaha kecil atau koperasi kecil atau pengrajin industri kecil yang telah mempunyai pasar dan harga yang relatif stabil
    • Paket pekerjaan yang bersifat kompleks dan hanya dapat dilaksanakan dengan penggunaan teknologi khusus dan/atau hanya ada satu penyedia barang/jasa yang memiliki kemampuan dalam pengaplikasiannya.

4. Aplikasi Bisnis

Pada dasarnya terdapat berbagai macam aplikasi IT yang diperuntukkan untuk menunjang kinerja bisnis, dengan tiap aplikasi memiliki kategori tersendiri berdasarkan fungsinya. Kategori dari aplikasi bisnis yang beredar pada saat ini di antaranya adalah:

a. Enterprise Application Software

Contoh unsur pembentuk Enterprise Application Software (sumber: www.edrawsoft.com)
Aplikasi ini biasanya diperuntukkan bagi perusahaan skala besar, yang dimana biasanya jumlah dari masalah yang harus diselesaikan dengan menggunakan aplikasi ini sangatlah banyak. Pada umumnya semua aplikasi yang dikategorikan sebagai Enterprise Application Software tersedia dalam bentuk software suite, karena biasanya pelaku bisnis yang membeli aplikasi ini menginginkan adanya berbagai solusi yang telah dipaketkan sebagai satu software suite (sebagai langkah yang diambil untuk mengefisienkan biaya dalam pembelian aplikasi).

Isi dari aplikasi jenis ini biasanya adalah:
  • Accounting Software
  • Billing Management
  • Business Management
  • Business Process Management
  • Content Management System
  • Customer Relationship Management
  • Database Management (termasuk pula Master Data Management)
  • Enterprise Resources Planning
  • Enterprise Asset Management
  • Supply Chain Management
  • Backup Software
b. Resource Management

Tampilan software Resource Management (sumber: www.nauticexpo.com)
Sesuai dengan namanya, aplikasi ini dipergunakan untuk melakukan pengelolaan sumber daya yang dapat berguna dalam mengefektifkan kinerja bisnis. Biasanya fitur dari aplikasi ini dirancang dengan menggunakan pendekatan dari sisi seberapa banyak kebutuhan terhadap sumber daya dari salah satu unit yang ada pada sebuah organisasi bisnis. Dengan berdasarkan pendekatan ini, maka fungsi-fungsi pengelolaan sumber daya dibuat untuk mengikuti alur kebutuhan secara real-time agar tidak ada sumber daya yang terbuang secara percuma.

Selain itu, aplikasi untuk pengelolaan sumber daya sendiri juga didesain untuk dapat memaksimalkan kemampuan dalam penyimpanan maupun pengeluaran sumber daya. Ini dikarenakan apabila fungsi tersebut pada aplikasi ini dibuat untuk dapat bekerja secara maksimal, maka hasilnya adalah kinerja organisasi bisnis dapat semakin bagus, dan segala masalah dapat terselesaikan dengan baik (sebagai efek dari penggunaan sumber daya secara maksimal dan efektif).

c. Digital Dashboard
Tampilan antarmuka software digital dashboard (sumber: en.wikipedia.org)
Dalam istilah bisnis, nama "dashboard" merupakan nama lain untuk laporan kemajuan aktivitas organisasi bisnis, yang dimana istilah ini lahir dari fakta bahwa umumnya laporan-laporan tersebut disajikan sebagai tampilan sekilas dari berbagai kunci indikator kinerja yang relevan dengan proses obyektif atau bisnis tertentu. Untuk menyiasati perkembangan era digital, maka dikembangkanlah aplikasi digital dashboard yang didesain untuk dapat menyajikan laporan tersebut dengan cara yang sama, namun dalam versi digital.

Umumnya aplikasi digital dashboard pada masa kini dibuat sebagai aplikasi web yang terhubung ke database yang tersimpan di server, untuk dapat menampilkan data-data yang terus diperbarui secara berkelanjutan. Ini tentunya memungkinkan dewan manajemen di perusahaan untuk dapat mengevaluasi kinerja operasional bisnis perusahaan secara teliti dan akurat meskipun hanya dilihat dari sekilas saja.

Keuntungan dari penggunan digital dashboard sendiri di antaranya adalah:
  • Dapat merepresentasikan ukuran kinerja secara visual
  • Mampu mengidentifikasi dan memperbaiki tren yang cenderung negatif
  • Mengukur efisiensitivitas kinerja (termasuk pula yang inefisien)
  • Dapat menghasilkan laporan yang menunjukkan tren terbaru
  • Mampu menyelaraskan strategi dan tujuan organisasi
d. Reporting Software
Tampilan reporting software (sumber: en.wikipedia.org)
Biasanya aplikasi ini didesain dengan tujuan untuk mengambil beberapa data dari sebuah sumber data (biasanya dari database) dan menyajikannya kepada pengguna (yakni pelaku bisnis) dalam waktu yang singkat. Aplikasi yang didesain untuk menyajikan laporan yang bersumber dari sebuah sumber data diharuskan untuk memenuhi kriteria berupa laporan yang disajikan mudah dibaca, akurat, dan real-time, karena hasil yang mudah dibaca akan sangat membantu pengguna dalam menentukan tindakan apa yang harus diambil untuk meningkatkan kinerja bisnisnya.

Banyak aplikasi dari kategori ini yang dibuat sebagai aplikasi terpisah, meskipun seringkali ada pula yang ditanamkan sebagai bagian dari aplikasi manajemen database. Berikut ini adalah sebagian dari aplikasi tersebut:
  • Crystal Reports
  • Oracle Reports
  • OpenOffice Base (berupa fungsi built-in pada aplikasinya)
  • KNIME
  • SQL Server Reporting Services
e. Procurement Software

Aplikasi ini didesain untuk membantu pelaku bisnis dalam melakukan otomatisasi fungsi pembelian yang ada di dalam organisasi bisnis. Fungsi-fungsi yang disertakan di dalam aplikasi ini (dalam rangka membantu terjadinya otomatisasi fungsi pembelian) adalah:
  • Requisition - fungsi ini terutama untuk pembuatan dan penerbitan purchase order (surat pembelian), yang dimana prosesnya dilakukan secara elektronik (pengiriman ke penyedia barang atau jasanya itu sendiri dapat berupa melalui fax atau e-mail)
  • Vendor Follow Up - ditujukan untuk mengingatkan penyedia barang atau jasa yang telah menerima surat pembelian tersebut dalam melakukan konfirmasi terhadap pembelian tersebut
  • Receiving of Goods or Services - berfungsi untuk membuat dan menjaga daftar inventori fisik dari barang yang telah dibeli secara otomatis
  • Financial Settlement - membuat dan menyelesaikan transaksi yang berkaitan dengan keuangan dan inventori, bersamaan dengan ketika barang telah diterima oleh pelaku bisnis
Dengan penggunaan aplikasi ini, maka pelaku bisnis dapat mengurangi ongkos dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses administrasi yang berkaitan dengan pembelian suatu barang untuk keperluan di organisasi bisnis tersebut. Selain itu, tenaga yang dibutuhkan dalam penyelesaian semua proses transaksi juga dapat dihemat. Dengan kata lain, transaksi pembelian dalam satu hari dapat dilakukan dalam jumlah yang lebih besar (apabila dibandingkan dengan transaksi yang menggunakan cara konvensional).

5. Proses dan Strategi Pengembangan Bisnis TI
Gambaran tentang strategi bisnis (sumber: edumuch.com)
TI mendukung seorang pelaku bisnis dalam merancang seluruh proses dan strategi yang dibutuhkan dalam pengembangan bisnisnya, baik itu untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu:

a. Pengembangan Sistem Informasi

Ketika pengembangan sistem untuk penyelesaian masalah diterapkan untuk pengembangan solusi sistem informasi terhadap masalah bisnis, maka hal ini disebut Information Systems Development (pengembangan sistem informasi) atau Application Development (pengembangan aplikasi). Bagian ini akan menunjukkan kepada pelaku bisnis tentang bagaimana pendekatan sistem dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi dan sistem e-business yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis perusahan, karyawan, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap perusahaan (stakeholder).

b. Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem untuk penyelesaian masalah menggunakan orientasi sistem untuk merumuskan masalah dan peluang serta mengembangkan solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Menganalisa masalah dan memformulasikan solusi melibatkan aktivitas yang saling berhubungan di bawah ini:

1. Mengenali dan merumuskan masalah atau peluang dengan menggunakan pemikiran sistem
2. Mengembangkan dan mengevaluasi alternatif solusi sistem
3. Memilih solusi sistem yang memenuhi persyaratan
4. Membuat desain dari solusi sistem yang dipilih
5. Mengimplementasikan dan mengevaluasi kesuksesan sistem yang telah didesain

c. Siklus Pengembangan Sistem

Menggunakan pendekatan sistem untuk mengembangkan solusi sistem informasi dapat dipandang sebagai proses multilangkah yang disebut Information Systems Development Cycle (siklus pengembangan sistem informasi), yang juga dikenal sebagai System Development Life Cycle-SDLC (siklus hidup pengembangan sistem). Tiap langkah yang ada di dalam SDLC yaitu:

1. Investigasi
2. Analisis
3. Desain
4. Implementasi
5. Pemeliharaan

Akan tetapi, harus disadari bahwa semua aktivitas yang terlibat sangat berhubungan satu sama lain dan saling terikat. Oleh karena itu, pada prakteknya, beberapa akivitas pengembangan bisa muncul pada saat yang bersamaan. Jadi bagian yang berbeda dari proyek pengembangan tersebut bisa jadi berada pada tingkat yang berbeda pada siklus pengembangan sistem.

d. Pembuatan Desain Prototipe

Proses pengembangan sistem sering kali mengambil format, atau mencakup pendekatan yang berupa pembuatan desain prototipe. Prototyping (pembuatan prototipe) adalah pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap model kerja atau prototipe dari sebuah aplikasi baru dalam proses yang interaktif dan berulang-ulang yang bisa digunakan oleh ahli SI dan praktisi bisnis.

Pembuatan prototipe membuat proses pengembangan lebih cepat dan lebih mudah, khususnya untuk priyek di mana persyaratan pemakai akhir sulit dirumuskan. Pembuatan prototipe terkadang disebut juga Rapid Application Design-RAD (desain aplikasi cepat). Pembuatan prototipe juga membuka proses pengembangan aplikasi untuk pemakai akhir karena pembuatan prototipe menyederhanakan dan memepercepat desain sistem. Jadi, pembuatan prototipe telah memeperluas peran pemilik kepentingan bisnis yang dipengaruhi oleh sistem yang diusulkan, dan memungkinkan untuk mempercepat proses pengembangan yang lebih tanggap atau disebut juga Agile Systems Development-ASD.

e. Proses Pembuatan Prototipe

Pembuatan prototipe dapat digunakan untuk aplikasi besar dan aplikasi kecil. Umumnya, sistem bisnis besar masih perlu menggunakan pendekatan pengembangan sistem tradisional, tetapi sebagian sistem tersebut sering kali dapat dibuatkan prototipenya. Prototipe aplikasi bisnis yang diperlukan oleh pemakai akhir dikembangkan secara cepat dengan menggunakan berbagai alat software pengembangan aplikasi. Kemudian sistem prototipe tersebut diperbaiki berkali-kali hingga dapat diterima.

Sebagaimana yang pada umumnya diketahui, pembuatan prototipe merupakan proses yang interaktif dan berulang-ulang, yang menggabungkan langkah-langkah siklus pengembangan sistem tradisional. Pemakai akhir yang cukup berpengalaman dengan alat pengembangan aplikasi biasanya dapat membuat desain versi sendiri dari prototipe tersebut. Selain itu, ada pula cara berupa bekerja sama dengan ahli SI untuk mengembangkan sistem prototipe dalam rangkaian sesi interaktif. Dari situ pengguna dapat mengembangkan, menguji dan memperbaiki prototipe sistem tersebut, baik itu dari segi tampilan, pola kerja, dan sebagainya.

Biasanya sebuah prototipe dimodifikasi beberapa kali sebelum pemakai akhir menyatakan bahwa prototipe tersebut dapat diterima. Modul program yang tidak dihasilkan oleh software pengembangan aplikasi bisa dikodekan oleh programmer dengan menggunakan bahasa pemrograman konvensional. Versi akhir sistem aplikasi kemudian diserahkan kepada pemakai akhir untuk keperluan operasional.

f. Memulai Proses Pengembangan Sistem

Langkah pertama dalam proses pengembangan sistem adalah System Investigation Stage (tahap investigasi sistem). Tahap ini dapa melibatkan pertimbangan proposal yang dihasilkan dari proses bisnis/TI. Tahap investigasi juga termasuk merupakan studi awal terhadap solusi sistem informasi yang diusulkan untuk memenuhi prioritas bisnis perusahaan dan peluang seperti yang diidentifikasikan dalam proses perencanaan.

g. Studi Kelayakan

Terdapat dua studi yang harus dilakukan dalam rangka menilai apakah sistem yang direncanakan layak untuk dibuat dan dipergunakan atau tidak, yaitu:

  • Feasibility Study (studi kelayakan) adalah studi awal untuk merumuskan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai akhir, kebutuhan sumber daya, biaya, manfaat, dan kelayakan proyek yang diusulkan. Setelah itu tim praktisi bisnis dan ahli SI akan menyajikan temuan dari studi ini dalam laporan tertulis yang mencakup spesifikasi awal dan rencana pengembangan untuk aplikasi bisnis yang diusulkan. Jika pihak manajemen perusahaan menyetujui rekomendasi studi kelayakan ini, maka proses pengembangan bisa dilanjutkan. Tujuan diadakannya studi kelayakan adalah untuk mengevaluasi solusi sistem alternatif dan mengusulkan aplikasi bisnis yang paling layak dan paling diinginkan untuk dikembangkan. Kelayakan usulan sistem bisnis dapat dievaluasi dalam tiga kategori besar:
    • Organizational Feasibility (kelayakan secara organisasi) berfokus pada sebaik apakah dukungan sistem yang diusulkan terhadap prioritas bisnis strategis organisasi
    • Economic Feasibility (kelayakan ekonomi) berhubungan dengan apakah penghematan biaya, peningkatan pendapatan, peningkatan keuntungan, pengurangan investasi yang diperlukan, dan manfaat lain yang diharapkan akan melebihi biaya pengembangan dan biaya operasional sistem yang diusulkan. Sebagai contoh, jika usulan sistem sumber daya manusia tidak bisa menutupi biaya pengembangannya, maka usulan itu tidak akan disetujui, kecuali apabila dimandatkan oleh peraturan pemerintah atau pertimbangan bisnis strategi
    • Operational Feasibility (kelayakan operasional) adalah kemauan dan kemampuan dari manajemen, karyawan, pelanggan, pemasok, dan pihak lain yang mengoperasikan, menggunakan, dan mendukung sistem yang diusulkan
  • Benefit Analysis (analisis manfaat) yaitu studi kelayakan terhadap manfaat yang dapat diambil dari penggunaan sistem dalam operasional sehari-hari. Jika biaya dan manfaat bisa dihitung, hal ini disebut berwujud (tangible), sedangkan jika tidak bisa dihitung maka ini disebut tak berwujud (intangible). Penjelasannya adalah:
    • Tangible Cost (biaya yang berwujud) adalah biaya hardware dan software, gaji karyawan dan biaya lain yang dapat dihitung dan dibutuhkan untuk mengembangkan dan menerapkan solusi SI dalam operasional bisnis
    • Intangible Cost (biaya tak berwujud) adalah biaya yang sulit diukur secara pasti. Biasanya termasuk hilangnya niat baik pelanggan atau moral karyawan yang disebabkan oleh kekeliruan dan gangguan pada instalasi sistem baru
    • Tangible Benefit (manfaat berwujud) adalah hasil yang dapat diharapkan berdasarkan perhitungan, seperti penurunan biaya gaji yang disebabkan oleh berkurangnya personel atau penurunan biaya persediaan yang disebabkan oleh berkurangnya persediaan
    • Intangible Benefit (manfaat tak berwujud) yaitu hasil yang lebih sulit diperkirakan (alias tidak dapat dihitung dengan cara konvensional). Manfaat tak berwujud misalnya pelayanan pelanggan yang lebih baik atau lebih cepat serta lebih akuratnya informasi untuk manajemen
h. Analisis Sistem

Analisis sistem merupakan studi yang mendalam mengenai informasi yang dibutuhkan oleh pemakai akhir, yang dimana dari situ dihasilkan sebuah Functional Requirement (persyaratan fungsional). Ini dipergunakan sebagai dasar oleh desainer sistem dalam membuat desain sistem informasi yang baru. Analisis sistem secara tradisional melibatkan studi yang rinci mengenai:
  • Informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan dan pemakai akhir
  • Aktivitas, sumber daya, dan produk dari satu atau lebih sistem informasi yang saat ini digunakan
  • Kemampuan sistem informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan informasi
i. Desain Sistem

System Analysis (analisis sistem) mendeskripsikan apa yang harus dilakukan oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan informasi dari pemakai. Dari situ, dapat dibuat System Design (desain sistem) yang akan menentukan bagaimana sistem dapat memenuhi tujuan tersebut, yang dimana ini terdiri dari aktivitas desain yang menghasilkan spesifikasi sistem yang dapat memenuhi persyaratan fungsional yang dikembangkan dalam proses analisis sistem.

Konsep desain sistem berfokus pada tiga produk utama, atau deliverables yang harus dihasilkan dari tahap desain. Dalam kerangka kerja desain sistem biasanya terdiri dari tiga aktivitas; interface pemakai, data, dan desain proses. Apabila ketiganya dibuat saling selaras antara satu dengan yang lainnya, maka ini menghasilkan spesifikasi yang sesuai dengan produk dan metode interface pemakai, struktur database, serta pemrosesan dan prosedur pengendalian.

j. Pengembangan Pemakai Akhir

Dalam siklus pengembangan sistem tradisional, pengguna berperan sebagai pemakai akhir bisnis, seperti halnya pelanggan atau klien. Biasanya pengguna akan meminta sistem baru atau sistem yang lebih baik, menjawab pertanyaan tentang kebutuhan informasi spesifik pengguna dan masalah pemrosesan informasi, serta menyediakan informasi mengenai sistem bisnis milik pengguna yang ada saat ini. Di sisi lain praktisi SI bekerja dengan pengguna untuk menganalisis masalah dan menyarankan solusi alternatif. Saat pengguna menyetujui alternatif terbaik, maka alternatif itu akan didesain dan diterapkan. Di sini pengguna mungkin terlibat lagi dalam proses desain prototipe atau menjadi tim pengimplentasikan bersama dengan para ahli SI.

Akan tetapi, pada End User Development (pengembangan pemakai akhir), praktisi SI memainkan peran sebagai konsultan, sementara pengguna melakukan pengembangan aplikasinya sendiri. Kadang-kadang staf dari konsultan pemakai siap membantu pengguna dalam usaha pengembangan aplikasi tersebut. Bantuan ini dapat saja termasuk pelatihan penggunaan paket aplikasi, pemilihan hardware dan software, dampingan untuk mendapatkan akses ke database organisasi, dan tentu saja dampingan dalam menganalisa, mendesain, dan mengimplementasikan aplikasi bisnis TI yang dibutuhkan oleh sang pengguna dalam operasional bisnis sehari-harinya.

6. Aturan e-Business pada Bisnis

Gambaran e-Business (sumber: www.progresstech.co.id)
Dalam dunia e-Business, terdapat beberapa aturan yang harus ditaati oleh pelaku bisnis agar ketika sang pelaku bisnis memulai perintisan e-Business tidak terjadi masalah-masalah yang dapat merugikan konsumen maupun pelaku bisnis itu sendiri. Aturan-aturan tersebut adalah:

a. Komunikasi

Yang dimaksud dengan komunikasi adalah yaitu adanya fasilitas atau media yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, layanan, transaksi elektronik (pemesanan dan pembayaran secara elektronik) dan perpindahan barang dari penjual ke pembeli. Media komunikasi yang memadai yang bisa mempertemukan pelaku e-Business menjadi syarat utama dari terselenggaranya sebuah e-Business yang jelas, sah dan dapat dipertanggungjawabkan oleh kedua pihak

b. Komersial (Perdagangan)

Sisi komersial yang disyaratkan pada e-Business adalah adanya sistem untuk dapat melakukan transaksi online, mulai dari promosi barang, pemesanan barang, pembayaran hingga pengiriman barang. Ketika pembeli barang memesan barang, sangat disarankan bagi penjual untuk mencantumkan gambar atau spesifikasi dari produk yang dijual oleh mereka di website (alias konsumen tidak perlu melihatnya secara langsung). Ini demi

Sedangkan untuk pemesanan, sistem online shopping haruslah terhubung dengan sistem inventori untuk dapat mengetahui stok barang yang masih ada di penjual, sehingga ketika pembeli ingin membeli barang tersebut maka dia bisa apakah barang yang akan dibeli masih ada di dalam stoknya atau sudah habis. Untuk pembayaran, sistem shopping online harus terhubung dengan otoritas pembayaran, misalnya bank atau penyedia kartu kredit, agar nilai yang dibayarkan oleh pembeli berasal dari alat pembayaran yang sah dan memiliki nilai yang cukup.

c. Proses Bisnis

Setiap pelaku e-Business yang ingin melakukan transaksi elektronik dan mendapatkan manfaat yang semaksimal mungkin dari e-Business haruslah melakukan optimalisasi terhadap proses bisnis internal dengan memanfaatkan teknologi informasi. Tujuannya yaitu agar aliran informasi, transaksi, maupun lama pengiriman barang dapat dipersingkat secara signifikan, yang pada akhirnya biaya transaksi menjadi lebih ekonomis jika dibandingkan dengan perdagangan yang dilakukan secara tradisional.

d. Layanan

Bagi setiap institusi yang menjadi pelaku e-Business, penggunaan teknologi informasi dan internet seharusnya menjadikan layanan ke customer menjadi lebih baik, lebih ekonomis, dan lebih terjangkau. Misalnya, dimensi barang yang ditawarkan beserta spesifikasinya bisa diperiksa lebih seksama sebelum dibeli (diakses melalui website), tidak diperlukan toko secara fisik, dan bisa diakses dari mana saja dengan menggunakan internet. Bahkan dengan sistem informasi, customer bisat dilayani secara khusus dan personal karena data-data aktifitas customer direkam dan bisa dilakukan analisis untuk meningkatkan pelayanan.

e. Edukasi

Untuk meningkatkan kepedulian, baik diantara pengguna maupun pelaku e-Business, proses edukasi sangatlah penting, agar semakin banyak anggota masyarakat yang menyadari berbagai manfaat dan kelebihan dari transaksi online. Perbedaan yang paling mencolok apabila dibandingkan dengan transaksi tradisional yaitu karena pengguna maupun pelaku transaksi online tidak berhadapan dengan manusia (tetapi dengan mesin komputer), maka diperlukan proses edukasi agar mereka bisa menggunakan fasilitas atau media transaksi dengan lancar.

f. Kolaborasi

Satu siklus transaksi online antara penjual dan pembeli melibatkan stakeholder lain yang harus berkolaborasi untuk dapat menyelesaikan transaksi tersebut. Pada saat pembayaran maka akan terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan bank atau penyedia kartu kredit untuk menyelesaikan proses pembayaran. Setelah dibayar maka selanjutnya terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan gudang, dan jasa pengiriman barang untuk mengantarkan barang sampai ke pembeli. Pihak lain yang juga terlibat adalah pihak asuransi, yang bertugas untuk melakukan penjaminan transaksi maupun atas barang yang dikirim.

Apabila kolaborasi yang terjadi dalam e-Business terjalin dengan baik, maka semua proses transaksi akan berjalan lancar, dan reputasi dari penjual akan semakin meningkat, karena pembeli puas dengan pelayanan yang diberikan oleh penjual. Sebaliknya, jika kolaborasinya terganjal oleh berbagai masalah, maka yang akan terjadi adalah transaksi berjalan dengan tersendat-sendat, dan bisa berakibat pada keluhan dari pembeli kepada sang penjual.

g. Komunitas

Dalam dunia maya (world wide web alias WWW), komunitas merupakan salah satu indikator paling vital untuk mengukur aktifitas pengguna. Begitu pula dalam e-Business, komunitas merupakan media yang cukup penting untuk belajar dan memperbaiki diri secara terus menerus (baik dari sisi pelaku maupun pengguna) dalam hal produk, layanan, maupun mekanisme transaksi. Sehingga lama-kelamaan kedua sisi akan memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana melakukan transaksi online yang benar, karena mereka didukung oleh komunitas tersebut dalam kegiatannya mereka.

--------------------------------------------------Sumber--------------------------------------------------

http://searchsoa.techtarget.com/definition/API-economy-application-programming-interface-economy
https://www2.deloitte.com/content/dam/Deloitte/us/Documents/financial-services/us-fsi-api-economy.pdf
https://dupress.deloitte.com/dup-us-en/focus/tech-trends/2015/tech-trends-2015-dimensional-marketing.html
http://pal-robotics.com/robots/reem-b
http://drc.somee.com/web/en/content/Projects/HumanoidRobot.asp
https://www2.deloitte.com/lb/en/pages/public-sector/articles/gx-public-sector-tech-trends-it-worker-of-the-future-report.html
http://www.cio.com/article/3046177/careers-staffing/the-future-looks-bright-for-it-workers.html
http://www.re-digest.web.id/2016/09/beli-tiket-kereta-api-di-red-lebih.html
http://denobisnis.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-dan-tujuan-bisnis.html
http://tulisbaca.com/apa-saja-peran-teknologi-informasi-dalam-bisnis-yuk-baca-ini/
http://ardisetiawan.wordpress.com/2011/05/07/prosedur-pendirian-bisnis/
http://dionnluhukay.blogspot.com/2012/04/kontrak-kerja.html
http://swestimahardini.wordpress.com/2013/05/02/aspek-bisnis-di-bidang-teknologi-informasi/
http://www.webopedia.com/TERM/E/enterprise_application.html
http://www.pmhut.com/modern-project-management
http://www.targetdashboard.com/site/Dashboard-Best-Practice/Management-Report-and-Dashboard-best-practice-index.aspx
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_reporting_software
https://www.smartbygep.com/procurement-software
http://id.wikipedia.org/wiki/Proses_perencanaan
http://yogarananda.wordpress.com/2012/11/23/konsep-dasar-perencanaan/
Falahah, Dhewanto Wawan, ERP Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis, Informatika, Bandung, 2007
http://12650010-si.blogspot.com/2013/06/mengembangkan-solusi-bisnisit-chapter-10.html
http://asqabete.blogspot.co.id/2012/01/aturan-pada-e-business.html